Saya Benci Pendidikan!

Saya pernah benci dengan yang namanya pendidikan. Setamat SMP, saya melanjutkan pendidikan di STM Negeri 2 Makassar (sekarang SMK Negeri 3 Makassar). Kebanyakan waktu sekolah, saya habiskan di luar dengan membolos bersama teman-teman.

Masa remaja begitu menggoda waktu itu, hingga sekolah saya berantakan dan dinyatakan tinggal kelas walaupun saat itu ujian semester penaikan kelas 2 belum dilaksanakan.

Karena takut, bersama dua orang teman memutuskan kabur ke kota Surabaya dengan modal menjual barang-barang yang ada di rumah. Hmmm, bambala’Nu!

Dua bulan di kampung orang, Malaikat pelindung tak bersayap yang tak lain adalah ibu saya, membujuk agar saya kembali pulang ke Makassar. Walaupun waktu itu bapak tak mau lagi memperdulikan saya–saking kecewanya.

Saya kemudian melanjutkan pendidikan di STM YP PGRI Makassar dengan langsung duduk di bangku kelas 2 jurusan listrik. (Hmmm.. hebat, tanpa raport langsung naik kelas).

Sama seperti sebelumnya, saya tetap membenci pendidikan. Bahkan ada kegilaan baru yang saya temukan di sekolah ini. Bersama beberapa teman, kami terobsesi menjadi rockers dan mulai mengoleksi berbagai kaset metal serta keluar-masuk studio musik.

Baca juga:  (CERPEN) Yang Menunggu di Balik Jendela

Entah berapa banyak uang SPP (saat itu belum ada dana BOS) yang saya habiskan untuk melengkapi koleksi kaset bergenre metal dan keluar masuk studio musik.

Tiba waktu kelulusan, yang namanya sekolah swasta pada saat itu–yang penting bayar–pasti lulus.

Kegembiraan begitu meluap ketika saya dinyatakan lulus sampai membuat tulisan besar di dinding kamar saya “FREEDOM!” seolah terlepas dari jeratan yang namanya pendidikan.

Jika keinginan orang lain setamat SMA adalah kuliah, saya malah hanya berpikir sederhana. Yaitu, mau gondrong dan menjadi gitaris andal. Hmmm…

22 tahun kemudian, tepatnya di tahun 2013, Saya kembali tersesat dalam dunia pendidikan. Tak banyak pilihan waktu itu yang membuat saya menjadi seorang “wartawan” yang buta akan dunia jurnalistik dan kebanyakan turun ke sekolah-sekolah.

Sekarang ini, walaupun kecil, alhamdulillah, saya menjadi owner sebuah media online dengan nama reportasependidikan.com, khusus memberitakan seputar pendidikan yang dulu amat saya benci.

Hmmm…

Adhy Marshal
Makassar, 19 Maret 2017

You cannot copy content of this page