Mahasiswa Unhas Gelar Seminar Program Kerja KKN Tematik Inovasi Daerah di Desa Betao Riase

Desa Betao Riase, Sidrap – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan potensi desa, mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Awal Program Kerja KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin 2025.

Dalam seminar ini telah ditetapkan tiga program kerja strategis yang akan dilaksanakan di Desa Betao Riase, kecamatan Pitu Riawa, kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Ketiga program ini mencakup bidang ekonomi digital, pertanian modern, dan pengembangan sarana keagamaan.

Digitalisasi UMKM: Membawa Usaha Lokal ke Era Digital

Program kerja pertama yang akan dilaksanakan adalah digitalisasi UMKM. Kegiatan ini dilakukan dengan mendata seluruh UMKM yang ada di Desa Betao Riase, kemudian memasukkan dan menyesuaikan data tersebut ke dalam Google Maps.

Melalui program ini, UMKM diharapkan dapat lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan karena keberadaannya muncul pada pencarian Google maupun Google Maps. Sasaran dari kegiatan ini adalah UMKM yang belum terdaftar di Google Maps, UMKM yang sudah terdaftar tetapi belum diklaim atau memiliki informasi yang kurang sesuai, serta UMKM yang memiliki lokasi usaha yang jelas seperti toko, kios, atau rumah produksi dan melayani konsumen secara langsung.

Program digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal dan memperluas jangkauan pasar mereka hingga ke tingkat yang lebih luas.

Budidaya Tanaman Hidroponik: Pertanian Modern di Pekarangan Rumah

Program kerja kedua adalah budidaya tanaman hidroponik yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknik bercocok tanam tanpa tanah yang praktis dan ramah lingkungan.

Baca juga:  Ini Kata JK Soal Polemik 5 Hari Sekolah

Program ini juga diarahkan untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah secara produktif dan optimal, memenuhi kebutuhan pangan keluarga, serta membuka peluang usaha berbasis pertanian modern yang bernilai ekonomis.

Dengan hidroponik, masyarakat dapat bercocok tanam meskipun memiliki lahan terbatas, sekaligus menghasilkan produk pertanian berkualitas yang dapat dikonsumsi sendiri atau dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Pembuatan Mading Masjid: Memperkuat Komunikasi Keagamaan

Program kerja ketiga adalah pembuatan mading masjid di Desa Betao Riase yang bertujuan untuk menyediakan sarana informasi dan komunikasi yang mudah diakses oleh jamaah dan masyarakat sekitar.

Melalui mading ini, diharapkan berbagai informasi keagamaan, pengumuman kegiatan masjid, informaai kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah serta pesan-pesan edukatif dapat tersampaikan dengan lebih tertata, menarik, dan berkelanjutan. Program kerja ini merupakan saran dari Bapak Dusun 3 dan Bapak Dusun 4 yang melihat pentingnya sarana komunikasi di tempat ibadah.

Kehadiran mading masjid diharapkan dapat memperkuat ukhuwah islamiyah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan di desa.

Kolaborasi untuk Kemajuan Desa

Ketiga program kerja ini merupakan hasil musyawarah dan mufakat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perangkat desa dan para kepala dusun. Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasi program-program tersebut.

Dengan melaksanakan ketiga program kerja ini secara konsisten dan terukur, Desa Betao Riase diharapkan dapat berkembang menjadi desa yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing di era digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal yang telah mengakar di masyarakat.

You cannot copy content of this page