
reportasependidikan.com – Implementasi sekolah adwiyata terus dilakukan di SD Inpres Panampu I kecamatan Tallo.
Selain pembenahan lingkungan sekolah, juga dilakukan pendidikan lingkungan hidup dengan cara setiap hari selasa siswa secara berkelompok menata dan membersihkan area sekolah yang mencakup diantaranya seperti, kebun sekolah, green house, komposter, dan lainnya.
“Jadi siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 membuat kelompok. Dalam 1 kelompok itu bercampur kelas rendah dan tinggi,” ungkap Hj. Andi Tuang selaku kepala sekolah, selasa (17/9).
Lanjutnya, sebelum siswa melakukan kegiatan tersebut, mereka membacakan dulu visi-misi sekolah. Lalu, setiap kelompok bertanggungjawab pada satu titik area di sekolah untuk dibenahi. Setiap kelompok akan digilir setiap minggunya dalam menangani titik area.
“Misalnya kelompok 1 hari ini membersihkan green house, minggu depannya kelompok ini akan membersihkan area lain seperti di komposter atau area lainnya,” jelas Hj. Andi Tuang.
Kegiatan ini bertujuan bukan semata membersihkan lingkungan sekolah, namun dengan cara ini mereka akan lebih tahu fungsi setiap komponen adiwiyata yang ada di sekolah.
Karena sekolah adiwiyata itu, lanjutnya, bukan hanya sekedar mempunyai lingkungan yang bersih dan sehat, namun diperlukan juga keterlibatan siswa dan pemahaman siswa akan lingkungan.
Diketahui, SD Inpres Panampu I telah mengikuti proses verifikasi lapangan oleh DPLH provinsi Sulawesi Selatan. Artinya, sekolah ini tinggal menunggu pengumuman hasil untuk meraih piagam adiwiyata tingkat provinsi.