
MAKASSAR – Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar Nielma Palamba, SH., M.AP. secara resmi membuka kegiatan pelatihan bagi warga Makassar yang diberi nama Skill Training Anak Lorong Makassar: Pelatihan Teknik Elektronika di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar (10/10/2022).
Dalam sambutannya, Nielma menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementansi program strategis pemerintah Kota Makassar yakni program 10.000 skill training dan 100.000 peluang bisnis dan usaha baru. Sehingga pelatihan ini dimaksudkan dapat bermanfaat sebagai bekal untuk berwirausaha mandiri bagi peserta pelatihan.

Bagi peserta pelatihan yang merupakan komunitas B120, Pelatihan ini diharapkan tidak hanya dibekal skill dan kompentensi keteknikan bagi peserta pelatihan yang berasal dari komunitas B120, namun besar harapannya peserta dapat disentuh dengan nilai sikap/attitude sebagaimana citra dan ciri khas sekolah Muhammadiyah.
Dengan citra dan ciri khas Sekolah Muhammadiyah dapat memberikan sentuhan kepada anak-anak ini sehingga terjadi perubahan positif. Jadi kami bersyukur, SMK Muhammadiyah ini terbuka untuk memberikan pelatihan kepada anak-anak kita ini,” ungkap Nilma.
Pada kesempatan itu, Nilma menghaturkan terima kasih kepada Muhammadiyah dan PT Pokphand yang telah menjadi mitra yang baik untuk Pemerintah Kota Makassar sehingga pelatihan ini dapat berjalan.

Sementara itu, Pimpinan PT Pokphand, Baso Alim Bahri, S.Psi., M.Adm.SDA, mengungkapkan, jika pelatihan ini sukses memberikan pelatihan dan perbaikan perilaku, para alumni dapat mengajukan diri bekerja di perusahaannya.
“Karena dalam dunia kerja yang paling besar point-nya memang adalah attitude. Dengan attitude ditambah skill, karier bisa berkembang,” kata Halim.
Saat sambutan, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Bontoala, Muhammad Ilham, S.Pd., M.Pd mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota Makassar terutama Kadis Ketenagakerjaan Makassar, yang telah memberi kepercayaan mengelola pelatihan ini. Ilham secara spontanitas membuat akronim pelatihan ini, yaitu Pakintaki Rong. Ini akronim dari Pelatihan Keterampilan Teknik Elektronika Anak Lorong.
Pihaknya memang sudah lama meniatkan dan menyiapkan diri untuk memberikan pelatihan kepada pemuda lorong dan komunitas khusus, terlebih bagi kelompok yang terstigmakan.
“Kami tidak hanya memberikan keterampilan. Kami, ciri khas sekolah Muhammadiyah juga akan mendidik agar ada perubahan positif pada pemuda lorong ini,” ungkap Ilham.
