
reportasependidikan.com – Yusuf Sanjaya, Direktur Lembaga Citra Muda (LCM) Rajawali berkunjung ke kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Rabu (12/10/2022).
Kedatangan Yusuf Sanjaya sebagai bentuk silaturahim dan koordinasi karena LCM Rajawali menggunakan beberapa meseum dan situs sejarah yang ada di kabupaten Gowa seperti diantaranya Makam Sultan Hasanuddin, museum Karaeng Pattingalloang dan Museum Balla Lompoa sebagai lokasi kunjungan bagi pelajar yang ada di kota Makassar.
Diketahui, LCM Rajawali melalui kegiatan Rajawali Road to Sejarah-nya merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang edukasi sejarah yang ditawarkan kepada sekolah-sekolah yang ada di kota Makassar.
Kegiatan Rajawali Road to Sejarah telah berjalan sejak tahun 2016 namun sempat terhenti karena pandemi Covid-19 dan pada tahun ini kembali dijalankan.
Kedatangan Yusuf Sanjaya disambut dengan baik oleh Andi Tenriwati Tahri, S.STP selaku kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa bersama Kepala Bidang Kebudayaan, Ikbal, S.sos, M.Si.
Andi Tenriwati mengatakan, dengan adanya kegiatan LCM Rajawali, kami dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan merasa sangat tersupport karena upaya kami untuk bisa mensosialisasikan ajakan “Ayo ke Museum” sangat didukung dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh LCM Rajawali.
“Saat ini kami memang dengan gencar mensosialisasikan ke anak-anak sekolah untuk cinta dengan museum,” Ungkapnya.
Lanjutnya, kita ketahui, pemahaman siswa terhadap museum itu identik dengan kuno. Jadi, dengan adanya program yang dilaksanakan oleh Rajawali, kami sangat terbantu.
Kami berharap bukan hanya siswa dari kota Makassar saja yang mau datang ke museum-museum yang ada di kabupaten Gowa, kalau bisa seluruh siswa dari kabupaten/kota lainnya untuk bisa melihat situs-situs sejarah yang ada di sini.

Di tempat yang sama, Ikbal selaku Kepala Bidang Kebudayaan yang juga Kepala Museum Balla Lompoa merasa kehadiran seperti LCM Rajawali ini sangat membantu pemerintah kabupaten Gowa khususnya dalam hal ajakan “Ayo ke Museum”.
Lanjutnya, karena anak-anak memang harus diedukasi mengenal sejarah serta budayanya dan itu ada di museum.
Jadi dengan adanya teman-teman dari Lembaga Rajawali yang membawa pelajar atau siswa-siswi dari kota Makassar dan sekitarnya ke museum yang ada di kabupaten Gowa, tentunya akan memberikan efek positif bagi kami dalam hal penyebarluasan informasi terkait dengan keberadaan dan fungsi museum itu sendiri.
Yusuf Sanjaya selaku Direktur LCM Rajawali merasa bersyukur kegiatan Rajawali Road to Sejarah-nya mendapat dukungan dan sejalan dengan program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa.
Yusuf berharap, kemitraan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa ini dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat yang lebih luas kepada pelajar dari kota Makassar dalam mengenal dan mengetahui situs-situs sejarah yang ada di kabupaten Gowa.