Yatim-Piatu Karena Gempa, Anak Ini Kembali Bersekolah di SDN Mattoanging II

Saat anak korban gempa diterima bersekolah dan diberi bantuan di SDN Mattoanging II

reportasependidikan.com – Seorang anak yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami di kota Palu mulai bersekolah di SDN Mattoanging II kecamatan Mariso, Makassar.

Anak ini menjadi yatim-piatu karena kedua orangtuanya telah meninggal dunia akibat disapu terjangan tsunami yang pada saat itu bekerja di pantai Talise, Palu.

Dra. Hasminari selaku kepala sekolah di ruang kantornya, kamis (11/10) menuturkan, sebenarnya anak ini pernah bersekolah di SDN Mattoanging II. Namun sekira 3 tahun yang lalu, dia pindah ke kota Palu mengikuti orangtuanya yang bekerja di sana.

Katanya, kedua orangtuanya mengelolah sebuah kafe di pantai Talise, tempat dilaksanakannya festival Palu Nomoni.

Baca juga:  Akhirnya, 2.328 Guru Honorer Kota Makassar Menerima SK Walikota

Hingga akhirnya musibah gempa dan tsunami datang menerjang kota Palu dan ikut menewaskan kedua orangtuanya. Oleh tantenya, anak ini kemudian dibawa ke kota Makassar.

“Atas bentuk keprihatinan, kami memberinya pakaian olahraga secara gratis dan juga memberinya bantuan uang untuk dibelikan seragam sekolah putih-merah,” ungkap Hasminari kepada reportasependidikan.com.

Hasminari menambahkan, sebenarnya ada dua siswa korban gempa yang bersekolah di sini. Namun saat ini baru anak itu yang mulai masuk dan telah mengikuti pelajaran di sekolah ini.

You cannot copy content of this page