Workshop Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus di SDN Bawakaraeng I

Workshop Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus di SDN Bawakaraeng I

reportasependidikan.com – 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, SDN Bawakaraeng1 bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adakan Workshop Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus, libatkan Guru dan Orangtua Siswa.

Pada hari senin bertepatan dengan tanggal 06 Desember 2021, Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kota Makassar mengadakan workshop dengan tema “Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus” diselenggarakan di SD Negeri Bawakaraeng 1.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Kepala Sekolah Alphian Sahruddin, S.Pd.,M.Pd dalam hal ini diwakili oleh Bendahara Sekolah Devi Permata Sukma, S.Pd.,M.Pd. Dilanjutkan langsung dengan materi narasumber pertama oleh Dr. Hj.Hairiyah, S.Psi, M.Consl. M.si, M.Psi, Psi. Klinis bertajuk “Pengasuhan Anak Berkebutuhan Khusus”.

Pada kegiatan ini yang menjadi peserta adalah Guru dan perwakilan orangtua siswa setiap kelas.

Materi yang dibawakan sangat menarik, ia menyampaikan ada beberapa tips dalam pengasuhan Anak Berkebutuhan khusus yaitu peran orangtua mengoptimalkan pengasuhan untuk menciptakan kepribadian yang tangguh, Jangan melihat keterbatasan mereka tapi lihat juga kelebihannya, Jangan melabeli anak dengan sesuatu yang berbahaya, Percaya pada diri sendiri, dan Perlu dukungan sosial.

Baca juga:  PPDB dan Pesantren Kilat Digelar Bersama di Kompleks SD Rappokalling

Karena itu setiap guru dan orangtua harus memahami bakat, minat dan potensi anak. Anak adalah anugrah yang terindah, namun itu hanya sebuah titipan, ajari dia bukan diperintah, keluarga ada tempat ia belajar dan berlindung.

Materi berikutnya bertema “ Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus Pada Pelayan Publik” disampaikan oleh Andi Yudha Yunus ( Direktur Lembaga Kebijakan Publik )

Andi Yudha menyampaikan ada 10 hak anak yaitu diantaranya hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan dan untuk mendapatkan kesamaan.

Adapun dalam layanan pendidikan sekolah inklusi ini masih ada tantangan karena ketersedian tenaga pengajar, fasilitas sekolah, instalasi listrik, toilet terpisah dan khusus ( laki-laki, perempuat, dan khusus ).

Dalam hal ini seorang anak membutuhkan pelayanan khusus, bukan untuk dikasihani tapi sebagai pemenuhan hak ungkapanya.

Peserta kegiatan sangat bersemangat walau hujan mengguyur Kota Makassar, bahkan sebagian orangtua siswa yang hadir terlihat basah, tetapi tetap mengikuti kegiatan workshop sampai selesai.

You cannot copy content of this page