reportasependidikan.com – Bila rezeki datang bertambah-tambah, dan diri kita kian sibuk tak sudah-sudah, hingga tak bisa lagi menikmati lezatnya ibadah, yakinkah hidup kita berbuah berkah?
Ketika kita senantiasa merasa dekat dengan Allah, itulah tanda keberkahan. Tak akan ada lagi rasa risau, gelisah, khawatir, galau, merana perihal rezeki, Jodoh, ataupun maut. Karena sudah meyakini bahwa semua yang sudah Allah tentukan adalah takdir yang terbaik.
Sekalipun takdir itu kurang baik bagi kehidupan, namun semua terasa nyaman semua. Karena sudah meyakini bahwa semua itu dari Allah. Lalu, apa saja tanda-tanda keberkahan bagi kehidupan kita? Tak akan ada lagi nada protes kepada Allah, “kenapa hidupku seperti ini?” sebab kita sudah menerima apa pun yang Allah berikan kepada kita.
1. Semakin bersahaja
Karena kita sudah mampu menerima apa pun yang Allah berikan sekalipun itu hal buruk, sehingga kita menjadi bersahaja. Lebih memilih tampil sederhana, karena tak nyaman bila bermewah-mewahan. Sederhana adalah sikap hidup, tak ada lagi hal yang cenderung menuju pada pemborosan yang sia-sia. Ukuran tindakan kita pun bukan lagi berdasarkan hawa nafsu atau keinginan ego, namun sudah sesuai dengan kehendak Allah. Siapa pun yang menjalani hidup berkah, insya Allah hidupnya akan bersahaja.
2. Nikmat ketika beribadah
Jika kita sudah benar-benar menjaga ibadah, maka akan terasa nikmat saat beribadah, bisa merasakan bagaimana nikmatnya iman, insya Allah kita telah terkaruniai hidup berkah. Pada puncak keberkahan ini, rasa rindu pada Allah amat sangat besarnya. Rela melepaskan apa pun, demi berjumpa dengan dengan Allah melalui rukuk dan sujud.
3. Istiqomah dalam kebaikan
Seperti ketika selepas Ramadhan, bukan kemerdekaan sebab terbebas dari kewajiban Puasa, justru setelahnya menjadi rajin berPuasa. Hal itu seperti kita kecanduan, sesuatu yang ingin diulang-ulang. Sebab, saat berbuat kebaikan ada rasa bahagia, menyenangkan, dan rindu ingin mengulang lagi. Ada rasa kePuasan batin yang tidak bisa ditukar dengan apa pun, dan hal itu pun bisa berjalan dengan sendirinya, otomatis, suka rela, tanpa ada paksaan dari orang lain.
4. Bijaksana dalam bertindak
Jika kita berpikir bahwa hidup yang dikerjakan harus lah bermanfaat untuk sendiri dan orang lain, maka artinya hidup berkah kita senantiasa dalam lindungan Allah. Hidup terjaga, mampu meletakkan segala sesuatu sesuai tempat dan porsinya. Sebab hati selalu khawatir bila kita mendzalimi diri sendiri, apalagi mendzalimi orang lain. []
Sumber : Ubah Lelah Jadi Lillah, karya Dwi Suwiknyo.
REPORTASE PENDIDIKAN — Suasana penuh ketenangan dan kekhusyukan menyelimuti lingkungan UPTD SPF SD Negeri Kompleks IKIP I Makassar, Jumat pagi. Seluruh…
REPORTASE PENDIDIKAN — Sebagai bagian dari pembiasaan ibadah dan pembentukan karakter religius, seluruh siswa-siswi UPTD SPF SD Inpres Pannampu II kecamatan…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Negeri Tamamaung Makassar dalam suasana penuh khidmat dan kehangatan melangsungkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,…
REPORTASE PENDIDIKAN - Peringatan maulid nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 12 Hijriyah juga digelar di UPTD SPF SD Inpres Tamamaung III…
REPORTASE PENDIDIKAN – Seluruh warga UPTD SPF SD Inpres Buttatianang II Makassar berkumpul dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan untuk memperingati…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Layang kecamatan Bontoala kota Makassar turut mengikuti penilaian Lomba Unit Kesehatan Sekolah (UKS)…
This website uses cookies.