"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Islam

Sikap Tegas Khalifah Umar ke Penimbun Harta

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.com – Pada suatu hari Amirul Mukminin Umar bin Khatab RA berjalan menuju masjid. Melihat makanan berserakan, ia lalu bertanya, Makanan apa ini?” Mereka menjawab, Makanan yang didatangkan kepada kami. Umar pun berkata, Semoga Allah memberkahi makanan ini dan orang yang mendatangkannya,

Lalu,  ada seorang yang berkata, Wahai Amirul Mukminin, makanan itu telah ditimbun. Umar bertanya, Siapa yanga telah menimbunnya? Mereka menjawab, Farrukh hamba sahaya Usman dan Fulan hamba sahaya Umar. Maka, Khalifah Umar pun memerintahkan utusannya untuk memanggil keduanya.

Amirul Mukminin berkata, Apa yang mendorong kalian berdua untuk menimbun makanan kaum Muslimin?  Keduanya menjawab, Wahai Amirul Mukminin, kami membeli dengan harta kami dan menjualnya.  Umar  berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,  ‘Barangsiapa menimbun harta kaum Muslimin maka Allah akan menimpakan kepadanya kebangkrutan atau penyakit kusta’.

Farrukh  lalu berkata, Wahai Amirul Mukminin, aku berjanji kepada Allah dan kepadamu untuk tidak akan mengulangi menimbun makanan selamanya.” Adapun hamba sahaya Umar berkata, Kami membeli dengan harta kami dan menjual.” Abu Yahya berkata,  Maka sungguh aku melihat hamba sahaya Umar terkena penyakit kusta.” (Musnad Ahmad 130).

Amirul Mukminin bersikap tegas terhadap para penimbun harta. Khalifah Umar selalu bertindak cepat dalam menjawab keluh kesah rakyatanya. Beliau sangat anti dengan perilaku menimbun harta, yang bisa menguncang stabilitas negara. Perbuatan menimbun yang dilakukan seseorang atau kelompok dapat memancing amarah rakyat dan rentan memicu terjadinya  chaos di tengah umat.

Selain selalu mengutamakan kepentingan rakyatnya, Umar melarang menimbun barang-barang kebutuhan pokok karena selalu teringat pada sabda Rasulullah SAW, Barangsiapa menimbun barang, dia berdosa.”  Umar memandang menyimpan dan menimbun harta merupakan perbuatan buruk, karena tak memedulikan sesama yang membutuhkan. Menimbun adalah praktik tercela yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan  meluluhlantakkan rasa ukhuwuh Imaniyah.

Apalagi, upaya menimbun itu bertujuan untuk menaikkan harga barang di pasaran. Rasulullah  SAW bersabda, Barangsiapa menimbun (bahan makanan)  dengan maksud menaikkan harga atas kaum Muslimin,  maka ia telah berdosa.” (Musnad Ahmad 8263).

Dalam riwayat lainnya Rasulullah kembali bersabda, Tidak ada yang menimbun, kecuali orang yang salah. (Sunan Ibnu Majah 2145).  Peringatan Rasulullah yang mengilhami Umar bin Khatab merupakan keteladanan Islam. Beliau melarang umatnya berbuat keji dengan cara menimbun harta untuk mengambil keuntungan.

Sikap tegas Umar terhadap para penimbun barang kebutuhan pokok wajib diteladani para pemimpin dan umat Islam di zaman modern ini.

Sumber: Republika

Recent Posts

K3S Kec. Tallo Gelar Pengimbasan Program Digitalisasi Pembelajaran

REPORTASE PENDIDIKAN- Pengimbasan Program Digitalisasi Pembelajaran digelar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Tallo di UPTD SPF SD Inpres Kaluku Bodoa,…

1 hari ago

Semarakkan Semangat Pramuka! SDN Pongtiku 2 Gelar Nobar Film Pramuka di Cinepolis Phinisi Point Mall Makassar

MAKASSAR, 27 Agustus 2026 – Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan terlihat jelas saat seluruh siswa beserta dewan guru dan…

3 hari ago

SDI Galangan Kapal II Atasi Sampah di Sekolah dengan Inovasi Bascer

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II kecamatan Tallo kota Makassar membuat sebuah inovasi yang diberi nama Bascer…

4 hari ago

SDN Bawakaraeng I Raih Runner-up Turnamen Sepak Bola Antar Pelajar DISPORA 2026

REPORTASE PENDIDIKAN - Tim sepak bola UPTD SPF SDN Bawakaraeng 1 sukses menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai runner-up dalam Turnamen…

6 hari ago

Melalui Upacara Bendera, SDI Pampang II Tanamkan Kedisiplinan

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Pampang II kecamatan Panakkukang kota Makassae menggelar upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari…

6 hari ago

SDN Pongtiku II Tingkat Minat Baca Siswa Melalui Inovasi Pojok Literasi Siswa

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Negeri Pongtiku II kecamatan Bontoala kota Makassar terus menumbuhkan minat baca di kalangan siswa melalui sebuah…

1 minggu ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.