REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II kecamatan Tallo kota Makassar membuat sebuah inovasi yang diberi nama Bascer (Bank Sampah Ceria).
Inovasi Bascer yang dimulai dari 15 agustus 2026 ini berawal dari sebuah permasalahan sederhana yang sering kita jumpai di lingkungan sekolah, yaitu masih adanya sampah yang belum dipilah dengan baik.
Sampah organik dan anorganik sering kali tercampur, padahal kedua jenis sampah tersebut memiliki karakteristik dan cara pengelolaan yang berbeda.
Diketahui, sekolah bukan hanya sekedar tempat untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah juga merupakan tempat untuk membentuk karakter, kreativitas, kepedulian, dan kebiasaan baik peserta didik.
Zainal Abidin, S.Pd., M.Pd selaku kepala sekolah mengatakan, dalam proses penyaringan ide inovasi Bascer, kami melihat berbagai permasalahan dan potensi yang ada di lingkungan sekolah.
Kami berdiskusi bersama guru dan memperhatikan kebiasaan peserta didik dalam membuang serta mengelola sampah.
Dari proses tersebut muncul sebuah gagasan bagaimana jika sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah, justru kita jadikan sebagai media pembelajaran.
Dari berbagai gagasan yang muncul, kami memilih Bascer karena inovasi ini memiliki beberapa keunggulan.
Pertama, Bascer mudah diterapkan di lingkungan sekolah. Kedua, Bascer dapat melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua. Ketiga, Bascer tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, kreativitas, kepedulian, dan cinta anak-anak.
Zainal juga mengungkapkan, Bascer memberikan banyak manfaat bagi sekolah dan peserta didik.
Bagi peserta didik, Bascer mengajarkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari diri sendiri dan dari hal yang sangat sederhana.
Peserta didik belajar membedakan sampah organik dan anorganik, belajar bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan, serta belajar bekerja sama dengan teman-temannya. Namun, manfaat Bascer tidak berhenti pada kegiatan memilah sampah. Pemilahan sampah juga menjadi sarana untuk mengasah kreativitas peserta didik.
Sampah plastik yang telah dipilah dan masih dapat dimanfaatkan tidak langsung dibuang. Sampah tersebut dapat diolah kembali menjadi karya seni atau benda yang berguna untuk digunakan di dalam kelas.
Dampak dari penerapan inovasi Bascer di UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II, yaitu yang pertama pengurangan volume sampah, yang kedua menumbuhkan kepedulian lingkungan, dan yang ketiga kolaborasi antar warga sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Dengan adanya inovasi ini dan dengan dukungan seluruh warga sekolah beserta mitra sekolah, dapat mewujudkan sekolah yang bersih, aman, dan nyaman untuk seluruh warga sekolah menuju Makassar Bebas Sampah 2029,” pungkas Zainal.
REPORTASE PENDIDIKAN — Suasana penuh ketenangan dan kekhusyukan menyelimuti lingkungan UPTD SPF SD Negeri Kompleks IKIP I Makassar, Jumat pagi. Seluruh…
REPORTASE PENDIDIKAN — Sebagai bagian dari pembiasaan ibadah dan pembentukan karakter religius, seluruh siswa-siswi UPTD SPF SD Inpres Pannampu II kecamatan…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Negeri Tamamaung Makassar dalam suasana penuh khidmat dan kehangatan melangsungkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,…
REPORTASE PENDIDIKAN - Peringatan maulid nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 12 Hijriyah juga digelar di UPTD SPF SD Inpres Tamamaung III…
REPORTASE PENDIDIKAN – Seluruh warga UPTD SPF SD Inpres Buttatianang II Makassar berkumpul dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan untuk memperingati…
REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Layang kecamatan Bontoala kota Makassar turut mengikuti penilaian Lomba Unit Kesehatan Sekolah (UKS)…
This website uses cookies.