SMA Wahyu, SMPN 14 Makassar, SDI Nipa-Nipa dan SDN Gunung Sari I Bersama Rajawali Berkunjung ke Museum

Empat sekolah mengikuti kegiatan Rajawali Road to Sejarah

reportasependidikan.com – Ada 4 sekolah di kota Makassar yang mengikuti kegiatan Rajawali Road to Sejarah, Sabtu (12/11/2022).

Ke empat sekolah tersebut yaitu; SMA Wahyu Makassar, UPT SPF SMP Negeri 14 Makassar, UPT SPF SD Inpres Nipa-Nipa dan UPT SPF SD Negeri Gunung Sari I.

Kegiatan Rajawali Road to Sejarah pada hari ini diawali dengan mengunjungi Monumen Mandala, lalu berkunjung ke Benteng Somba Opu melihat peninggalan dan jejak Karaeng Pattingalloang di dalam museum, kemudian bergeser ke Kompleks Makam Sultan Hasanuddin dan berakhir di Museum Istana Balla Lompoa.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh siswa dari ke empat sekolah.

SMA Wahyu Makassar saat mengikuti Rajawali Road to Sejarah

Marwati, kepala SMA Wahyu Makassar yang turut bersama siswanya mengatakan, kami salut dengan kegiatan Rajawali Road to Sejarah.

Karena dengan kegiatan ini siswa dapat langsung melihat langsung tempat-tempat bersejarah yang ada di sini.

Sebenarnya di sekolah siswa juga belajar sejarah, namun sangat berbeda yang mereka dapatkan ketika mereka bisa  mendatangi langsung tempat bersejarah dan melihat peninggalan-peninggalan para pendahulu kita.

Siswa UPT SPF SD Inpres Nipa-Nipa

Hj. Lastriyah, S.Pd selaku kepala UPT SPF SDN Inpres Nipa-Nipa mengatakan, kegiatan Rajawali Road to Sejarah tentunya sangat positif.

Baca juga:  Siswa SDI Sambung Jawa III Ikuti Penilaian Tengah Semester

Karena kegiatan ini selain sebagai rekreasi bagi siswa juga sebagai Study Tour ke lokasi bersejarah.

Nantinya siswa di sekolah akan membuat karya tulis tentang perjalanan mereka dalam mengikuti Rajawali Road to Sejarah.

Siswa UPT SPF SMP Negeri 14 Makassar berada di dalam museum Istana Balla Lompoa

Sementara itu, Sunarto, Wakasek Kesiswaan UPT SPF SMP Negeri 14 Makassar mengatakan, kegiatan Rajawali Road to Sejarah sangat bagus.

Dalam kunjungan di empat lokasi bersejarah tersebut kami melihat ada dua sisi yang menjadi perhatian kami.

Pertama dari sisi masyarakat yang ingin tahu tentang sejarah yang ada di dalam museum, dan sisi Kedua koreksi kepada pemerintah setempat dalam mengelola museum agar masyarakat lebih tertarik untuk berkunjung ke museum.

Namun intinya kegiatan seperti ini sangat bagus dan bermanfaat bagi menambah pengetahuan sejarah lokal siswa.

Siswa UPT SPF SDN Gunung Sari I di depan Museum Istana Balla Lompoa

Bahrun, guru UPT SPF SDN Gunung Sari I juga memberikan tanggapannya.

Menurutnya, ini sudah dua kalinya kami ikut kegiatan seperti ini.

Orangtua siswa dan siswa sangat tertarik karena ini kegiatan outing class yang menarik yang bersentuhan langsung dengan kultur.

Kami berharap, ke depannya masih dapat bekerjasama dengan Rajawali Road to Sejarah untuk dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya.

You cannot copy content of this page