
REPORTASE PENDIDIKAN — UPT SPF SD Inpres Baraya II kecamatan Tallo kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang kreatif dan peduli lingkungan melalui kegiatan pameran karya daur ulang.
Melalui kegiatan ini, para siswa diberikan kesempatan untuk memamerkan hasil karya terbaik mereka kepada seluruh warga sekolah.
Pameran ini juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar yang masih menghasilkan cukup banyak sampah, terutama sampah anorganik yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Melalui proyek ini, siswa diajak untuk memandang sampah sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan kembali.
Berbagai jenis barang bekas seperti botol plastik, kemasan minuman, tali plastik, kardus, dan bahan daur ulang lainnya berhasil diolah menjadi beragam produk kreatif yang menarik. Hasil karya tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga nilai guna yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Selama proses pembelajaran kokurikuler, siswa tidak hanya belajar membuat produk kerajinan tangan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan bekerja sama dalam kelompok. Setiap kelompok dituntut untuk merancang, mengembangkan, hingga menyelesaikan produk secara kolaboratif.
Kegiatan ini menjadi sarana nyata dalam mengembangkan dimensi Profil Lulusan, khususnya pada aspek kreativitas dan kolaborasi yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan kehidupan abad ke-21. Melalui pengalaman langsung, siswa belajar mengelola ide menjadi karya yang bernilai.
Para siswa belajar bahwa menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan dengan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga melalui upaya mengurangi jumlah sampah dengan mendaur ulang dan memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai. Kesadaran tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter peserta didik di UPT SPF SD Inpres Baraya II.
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang pelaksanaan pameran. Berbagai karya yang dipamerkan mendapat apresiasi dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa lainnya. Bahkan, beberapa produk hasil karya siswa memiliki nilai ekonomis dan berhasil menarik minat dari kalangan guru yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas peserta didik.
Dappi Leppong, S.Pd selaku kepala sekolah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Hasil karya anak-anak kelas 5 sangat bagus dan memiliki nilai jual. Semoga mereka dapat terus menjaga semangat berkarya dan semakin kreatif dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat,” ujarnya.
Dappi Leppong juga mengungkapkan pameran ini menjadi bukti bahwa barang bekas dapat diolah menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat, sekaligus menjadi inspirasi untuk terus berkarya serta menjaga lingkungan secara berkelanjutan.