
reportasependidikan.com – Sedekah sampah dilaksanakan keempat kalinya di kawasan Car Free Day Pantai Losari, untuk ketiga kalinya (satu kali atas nama Qurban Sampah) dan sekali di kawasan Car Free Day Boulevard.
Kegiatan ini dilaksanakan dan dikonsep oleh Zhuchri Kasman selaku pengajar program ekskul Dokter Kecil dan Kader Kesehatan Remaja (KKR) di wilayah Makassar saat ini. Dilaksanakan sejak pukul 07.30 wita hingga berakhir pada pukul 09.00 wita pada hariMinggu, 11 Maret 2018.
Walau terjadi keterlambatan waktu, karena cuaca yang silih berganti hujan dan tidak. Pada akhirnya, dengan niat dan harapan demi kebermanfaatan selama proses berlangsung, tidak diguyur hujan.

Kegiatan sedekah sampah kali ini spesial karena dihadiri oleh 5 ahli muda bidang lingkungan hidup dari Japan International Coorporate Agency (JICA) yaitu: Gaku Satomi (DLH Makassar), Yoko Asakawa (Taman Nasional Cianjur), Tomoya Konosu (DLH Sumatera Utara), Reiko Yamaguchi (DLH Lombok Barat), dan Hiroaki Nakanose (DLH Bulukumba). Serta diikuti oleh 10 sekolah peserta program ekskul dokter kecil yaitu: SD Negeri Unggulan Mongisidi I dan SD Negeri Mongisidi II. Serta sekolah lainnya yaitu SD Inpres Paropo, SD Inpres Puri Taman Sari, SD Inpres Mangasa I, SD Melayu Muhammadiyah, SD Islam Athirah Kajolalido, SD Inpres Hartaco Indah, SD Negeri Borong, dan SD Negeri Beroanging.
Sejak awal memulai kegiatan dan berkumpul, cuaca sudah mulai tampak mendung, namun tidak kunjung turun hujan. Dan memang sejak rapat teknis telah disampaikan kepada sekolah peserta bahwa dalam kondisi hujan sekalipun, kegiatan akan tetap berjalan karena merupakan keinginan bersama untuk dapat melakukan hal bermanfaat.
Seperti biasanya, sekolah berjalan dari titik kumpul, terus berjalan menyusuri kawasan pantai losari, sambil melakukan aksi bersih kawasan pantai losari, sekaligus mengedukasi masyarakat akan pentingnya memilah sampah dan mengolahnya kembali demi kehidupan manusia juga.
Diakhiri dengan pengepakan sampah sebelum proses yang nantinya akan dijual melalui aplikasi jual beli sampah online di Mall Sampah, melalui website mallsampah.com dan hasil uang tersebut dengan jumlah berapapun, akan disedekahkan melalui Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Wilayah Sulawesi Selatan.
“Bersyukur sekali kegiatan tetap berjalan dengan kondisi cuaca yang tak menentu, walau hasilnya sedikit, namun tujuan kegiatan ini untuk aksi lingkungan dalam bentuk edukasi, kemudian melakukan aktifitas sehat dengan berjalan kaki, hingga kepada aksi kepedulian dari hasil sampah yang terjual akan langsung disumbangkan. Bukan soal banyak sedikitnya uang yang disedekahkan, tapi seberapa bermanfaat proses yang dijalani sejak awal hingga akhir. Sedekah Sampah, sedekah tidak harus dengan uangloh!. Salam Sehat Luar Biasa”, imbuh kak zHu selaku konseptor kegiatan menutup komentarnya dengan jargon sedekah sampah. (Kak zHu)