"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: BerandaRagam

SDN Tanggul Patompo I Terima Anak Kelahiran Jayapura untuk Adaptasi Belajar dari Temuan Ketua RT, JPKP & Massikola

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Foto bersama

reportasependidikan.com – Rian, anak kelahiran Jayapura dengan suatu kondisi yang tak dalam perngasuhan orangtua, membuat dia tinggal bersama tante, kakek dan neneknya.

Dari kisah yang didapat oleh Ketua RT di salah satu lokasi di Kelurahan Karang Anyar, ditemukan situasi Rian yang telah berusia 9 tahun namun gagal didaftarkan selama 3 kali tahun ajaran, dikarenakan tidak memiliki Kartu Keluarga.

Setelah info itu didapatkan dari Ketua RT tersebut, tim Massikola dan staf Kecamatan Mamajang berkunjung langsung dan berdiskusi dengan tantenya Rian.

Dari kisah yang diceritakan, tim Massikola dan JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) sejak dua pekan lalu langsung ke SDN Tanggul Patompo I untuk memasukkan Rian. Namun, syarat pendaftaran tidak terpenuhi.

Sepekan kemudian bu RT dan teman-teman JPKP membantu mengurus Kartu Keluarga (KK) Rian yang masih terikut di KK orangtuanya.

Data yang ada pun disiapkan dan diajukan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk meminta penarikan data Rian dari KK orangtuanya untuk dipindahkan ke KK milik tantenya.

Ternyata info di hari berikutnya, kalau KK Rian sudah pindah dari Kota Jayapura ke Kabupaten Sarmin di Provinsi paling timur Indonesia tersebut.

Dan data dijanjikan Jumat pekan depan (9 September 2022) dijanjikan data itu akan dikirim oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Sarmin ke Dinas Dukcapil Kota Makassar.

Sambil menunggu data itu ada untuk didaftarkan di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Tim Massikola, Ketua RT Umi Kalsum dan Relawan JPKP pada Senin kemarin bersama Rian datang bertemu dengan Pihak Sekolah.

Sekaligus Rian dan tim yang mendampingi mendapatkan arahan mengenai keadaan di dalam kelas, seragam yang akan dipakai dan juga harapan agar Rian semangat mengejar ketertinggalannya.

“Kita siap membina Rian sebagai murid di sini untuk beradaptasi hingga nanti resmi menjadi anak didik setelah terdaftar di Dapodik”, ujar ibu.

Guru yang dipanggil Cali yang juga merupakan operator Dapodik sekolah. Umi Kalsum selaku ketua RT dan juga relawan JPKP menyampaikan, “Ucapan terima kasih atas kesempatan beradaptasi yang diberikan kepada Rian. Kami berharap, ini menjadi gerbang masa depan yang diketuknya melalui bangku sekolah di SDN Tanggul Patompo I”.

Akhirnya tim pendamping Rian pun pulang dan mencoba mencarikan bantuan seragam sekolah untuk Rian pakai saat masuk ke sekolah. Dan tim sampai besok pagi sudah mendapatkan bantuan dari salah seorang Kepala Sekolah di Kota Makassar pun ingin membantu memberikan seragam sekolah untuk dipakai.

Namun, ternyata karena senangnya si cucu akhirnya bisa masuk sekolah. Sang nenek hingga mencari pinjaman uang untuk membelikan seragam dan tas sekolah di pasar senggol agar Rian bisa memakainya saat masuk sekolah.

Bantuan baju bekas layak pakai yang diberikan ternyata ukurannya kecil sehingga tidak terpakai. Dan akhirnya Tim Massikola pun kaget karena Rian sudah memakai seragam sekolah baru yang ternyata hasil utang neneknya demi si cucu bersekolah.

Yang tak terkira, donatur yang ingin membelikan seragam mengubah niatnya dengan mengirimkan uang ganti rugi dari utang si nenek tersebut.

Kebaikan yang ternyata saling mendukung untuk melihat Rian sebagai salah satu penerus bangsa, bisa memperbaiki kehidupan dirinya di masa depan dan juga minimal untuk keluarganya serta maksimal untuk orang lain atau masyarakat.

Di suasana yang berbahagia bagi Rian, tante dan neneknya beserta tim Massikola, Ketua RT hingga relawan JPKP, pihak sekolah mengantarkan Rian masuk ke dalam kelasnya untuk mulai belajar dan beradaptasi sambil menunggu pendaftaran siswa di Dapodik.

Guru kelas 1 pun menyambut Rian dengan tangan terbuka serta siap mengajar seoptimal mungkin ketertinggalan, sambil pihak keluarga dan tim pendamping akan turut mengontrol dan mengajarkan pelajaran yang tertinggal.

Per tanggal 6 September 2022 Rian mulai belajar dan adaptasi lingkungan sekolah.

Recent Posts

SDN KIP Bara-Baraya I Sukses Gelar TKA, Diikuti 30 Siswa

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya I Makassar hari ini, Minggu 19 April 2026, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA)…

5 menit ago

‘Sitongka Cerdas’ Komunitas Orangtua Siswa Resmi Terbentuk di SDI Mallengkeri I

REPORTASE PENDIDIKAN- UPT SPF  SD Inpres Mellengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar membentuk komunitas orang tua siswa dengan nama SITONGKA CERDAS. Komunitas…

2 hari ago

SDI Perumnas IV Bersiap Menuju Adiwiyata Nasional

REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Perumnas IV kecamatan Rapoocini kota Makassar bersiap menuju Adiwiyata Nasional tahun 2026. Persiapan menuju…

3 hari ago

Kepsek SDI Kampus IKIP Ikuti Bimtek Penyusunan Softfile dan Aplikasi SIDIA

REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…

3 hari ago

Bimtek Penyusunan Softfile dan Penggunaan Aplikasi SIDIA Diikuti Ratusan Kepsek di Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…

3 hari ago

SDI Layang Tua I Gelar Bimtek Menuju Adiwiyata Nasional

REPORTASE PENDIDIKAN-- UPT SPF SD Inpres Layang Tua I kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar bimbingan teknik (bimtek) Calon Sekolah Adiwiyata Nasional sekaligus…

4 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.