SDI Unggulan Puri Taman Sari Bersama Kelurahan Borong Olah Sisa MBG Menjadi Kompos

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Pak Prabowo memang sangat baik. Anak-anak, khususnya siswa, bisa menikmati makanan bergizi tanpa keluar uang sepeser pun, karena biayanya ditanggung melalui pajak yang dibayarkan masyarakat. Tapi, tunggu dulu—ada sisi lain dari program ini yang perlu kita perhatikan. Yaitu sampah sisa makanan.

Sampah organik yang salahsatunya dari sisa makanan bisa jadi masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Apalagi, sampah ini ujung-ujungnya menyumbang emisi gas rumah kaca (GRK).

UPT SPF SD Inpres Unggulan Puri Taman Sari Makassar bekerjasama dengan kelurahan Borong kecamatan Manggala kota Makassar mencoba mengolah sampah organik seperti sisa makanan MBG menjadi kompos sesuai dengan program Pemerintah Kota Makassar.

Baca juga:  Pengukuhan IKA Angkatan 87 SMPN 10 Makassar

Kerjasama ini selain melibatkan Lurah Borong Dedi Kurniawan, S.IP juga melibatkan Ketua ORW 09 dan Ketua LPM kelurahan Borong.

Irmayanti, S.Pd, M.Pd selaku kepala UPT SPF SD Inpres Unggulan Puri Taman Sari mengatakan, pada hari ini kami bersama pihak kelurahan Borong bekerjasama melakukan pembuatan Teba (Metode pengelolaan sampah organik seperti sisa Makanan MBG) yang dapat menghasilkan kompos.

Hal ini kami lakukan karena banyaknya sisa makanan MBG yang setiap hari ada di sekolah.

Kami berharap kerjasama dengan kelurahan Borong ini memberi dampak positif bagi lingkungan sekaligus menjadi pembelajaran lingkungan bagi siswa di sekolah.

You cannot copy content of this page