
reportasependidikan.com – Deklarasi Sekolah Ramah Anak digelar SD Inpres Unggulan BTN Pemda kecamatan Rappocini, kamis (1/11).
Deklarasi ini dilaksanakan tepat di hari Anak Internasional 2018.
Dr. Hj. Andi Agusniati, M.Pd selaku kepala sekolah sebelum menggelar penandatanganan deklarasi menyampaikan dalam sambutannya, ada 2045 nanti, anak-anak kita akan jadi pemimpin di berbagai lini.
Oleh karena itu, anak-anak perlu dipenuhi hak-haknya supaya tumbuh kembangnya terjamin.
Kepada murid-muridnya, Bu Andi Agus, begitu ia biasa disapa juga berpesan, agar perlu bijak menggunakan gedget. Anak-anak perlu dibatasi waktunya menggunakan gedget dan tidak mengakses konten-konten negatif di medsos, yang tidak cocok untuk usia mereka.
“Bahkan orangtua juga perlu berperan untuk tidak membolehkan anak-anak menyaksikan berita-berita dan siaran bermuatan kekerasan di TV,” imbuh Bu Andi Agus kepada paguyuban orangtua siswa.

Deklarasi SRA di SD Inpres Unggulan BTN Pemda ini dirangkaikan dengan kegiatan Outdoor Classroom Day (OCDay), yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional.
Pada OCDay ini, ada banyak aktivitas yang dilakukan seperti, menjemput siswa di gerbang sekolah yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru dan orangtua siswa. Kemudian dilanjutkan dengan mencuci tangan, makan makanan bergizi, membaca buku, dan bermain.

Sementara penandatanganan deklarasi SRA ini dilakukan oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain, perwakilan Komite Sekolah, yakni Dr Sitti Aisyah Chalid, M.Pd dan perwakilan anak dalam hal ini oleh Gendis Aurora. Selain itu, ada pula Rusdin Tompo, sebagai aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga ikut membubuhkan tanda tangannya.
