SDN Rappokalling 67/1 Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Tallo Makassar, Bukti Empati Sejak Dini

MAKASSAR — Duka warga korban kebakaran padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mengetuk hati keluarga besar SD Negeri Rappokalling 67/1. Pada Jumat (31/7/2026), rombongan sekolah menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan ke lokasi bencana yang berjarak sekitar 3,7 kilometer dari gedung sekolah mereka di Jalan Dg. Regge.

Kebakaran hebat yang terjadi pada Jumat dini hari tersebut melalap habis sedikitnya 56 unit rumah dan menyebabkan 235 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Merespons musibah itu, aksi cepat ditunjukkan oleh seluruh elemen sekolah. Bantuan yang terkumpul berasal dari gotong royong murid, orang tua siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.

Bantuan yang disalurkan meliputi:
Logistik Utama: Beras, bahan dapur, makanan siap saji, dan 10 dos mie instan.
Kebutuhan Harian: 10 dos air mineral gelas.
Pakaian & Perlengkapan: Pakaian layak pakai serta sarung baru.
Dana Tunai: Uang tunai untuk membantu kebutuhan mendesak para korban.
Empati Tinggi dari Para Siswa

Kepala SD Negeri Rappokalling 67/1, Muhammad Amir, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas respons luar biasa dari seluruh warga sekolah, khususnya para murid. Sejak imbauan peduli kasih dibuka, antusiasme dan rasa empati yang ditunjukkan anak-anak sangat tinggi.

Baca juga:  SDN Mongisidi II Sukses Meraih Piala Bergilir Athirah Cup VI 2017

“Awalnya kami memberikan imbauan ke seluruh unsur sekolah untuk berbagi seikhlasnya. Namun, antusiasme murid-murid dan para orang tua sungguh luar biasa. Anak-anak dengan sukarela menyisihkan tabungan dan barang terbaik mereka untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Tallo,” ujar Muhammad Amir.

Harapan dan Tujuan Program Sekolah Peduli
Muhammad Amir menjelaskan bahwa program Sekolah Peduli ini bukan sekadar aksi sosial pembagian logistik semata, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang diintegrasikan langsung dalam kehidupan nyata.

“Tujuan utama program ini adalah menanamkan nilai-nilai kepedulian, jiwa sosial, dan rasa empati sejak dini kepada para peserta didik. Kami ingin anak-anak belajar bahwa kebahagiaan terbesar hadir saat kita mampu merangkul dan meringankan beban sesama yang sedang tertimpa musibah,” jelasnya.

Menutup keterangannya, pihak sekolah menyampaikan harapan besar agar para korban kebakaran diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit kembali.

“Harapan kami, bantuan yang tidak seberapa ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan harian para korban. Semoga warga terdampak diberikan ketabahan, kesehatan, dan kondisi bisa segera pulih serta kembali tertata seperti sediakala,” pungkas Muhammad Amir.

You cannot copy content of this page