Maulid Nabi Muhammad SAW di SDI Bertingkat Labuang Baji

REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Labuang Baji kecamatan Mamajang kota Makassar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah, kamis 10 september 2026.

Kegiatan dengan tema,”Meneladani akhlak Rasulullah SAW, Kita Wujudkan Generasi yang Soleh, Cerdas dan Berakhlak Mulia” ini dilaksanakan sebagai momentum untuk menanamkan keteladanan dan akhlak mulia kepada peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung berkat dukungan dan partisipasi orangtua siswa ini dilaksanakan di halaman sekolah dengan menghadirkan berbagai penampilan siswa yang ditutup dengan hikmah maulid.

Reni Astuty Latif S.Pd., M.Pd selaku kepala sekolah mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk mengenal lebih dekat perjuangan Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia yang beliau ajarkan.

Maulid Nabi ini menjadi momentum agar kita lebih mengenal dan mengamalkan perjuangan Rasulullah SAW. Beliau merupakan suri teladan dengan akhlak mulia yang harus kita contoh bersama.

Baca juga:  97 Siswa SDI Perumnas Ikuti Simulasi TKA

Reni menegaskan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar menjadi ajang berkumpul. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang disampaikan dalam kegiatan diharapkan dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid bukan hanya tradisi untuk berkumpul, tetapi kita harus mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan penceramah dan mengamalkannya,” tandasnya.

Reni juga berharap, melalui kegiatan maulid ini, kekompakan dan sinergitas antara sekolah dan orang tua siswa dapat terus terjaga. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan melalui kegiatan Maulid Nabi dapat menjadi bagian dari pembiasaan siswa dalam membangun sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia.

“Keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pembentukan karakter peserta didik,” pungkas Reni.

You cannot copy content of this page