
reportasependidikan.com – Senandung salawat terus terdengar mengiringi kegiatan sosial siswa-siswi SD Inpres Unggulan BTN Pemda kecamatan Rappocini pada hari ini, jumat (22/11).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah ini diawali dengan melaksanakan salat dhuha secara berjamaah dan mendengarkan siraham rohani dari seorang ustadz di halaman sekolah.

Setelah itu, siswa yang didampingi guru dan paguyuban orangtua siswa kemudian bergerak turun ke jalan membagikan telur kepada kaum dhuafa yang ada di jalanan.
Kegiatan pun berlanjut dengan menyambangi panti asuhan untuk menyalurkan bantuan yang terdiri dari beras, telur, mie instan, minyak goreng dan lainnya. Selain bantuan bahan makanan, bantuan bibit tanaman pun diberikan.
Tercatat pada kegiatan bertajuk Infak Protein, Sedekah Pohon, dan Salawat Ceria Bersama ini, ada 6 panti asuhan yang dikunjungi.
Hebatnya, dalam perjalanan maupun dalam aksinya, salawat nabi terus dikumandangkan oleh siswa-siswi SD Inpres Unggulan BTN Pemda.

Dr. Hj. Andi Agusniati, M.Pd selaku kepala sekolah mengatakan, pada hari ini kami mengadakan maulid nabi Muhammad SAW. Namun kegiatan maulid ini berbeda dengan biasanya.
Pada hari ini kami ingin mengajarkan siswa berdakwah dengan cara menyenandungkan salawat sebanyak-sebanyaknya dan berbagi telur serta bantuan lainnya kepada yang membutuhkan.
“Jadi kegiatan maulid nabi ini kami fokuskan pada kegiatan dakwah dengan mengajak orang-orang untuk bersalawat kepada nabi Muhammad SAW sebanyak mungkin pada hari ini,” ungkapnya kepada reportasependidikan.com.
Selain itu, lanjutnya, kami pun mengajak siswa untuk bersedekah protein berupa telur kepada kaum dhuafa yang ada di jalanan yang dilanjutkan dengan membawa bantuan berupa sembako ke panti asuhan.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi amal jariyah bagi keluarga besar SD Inpres Unggulan BTN Pemda,” pungkasnya.

Sementara itu, Puang Ria, guru kelas VI A yang bertindak sebagai koordinator kegiatan mengatakan, kegiatan ini kami bagi menjadi dua kelompok. Yaitu, kelompok genap dan ganjil. Kelompok genap beranggotakan siswa kelas 2,4 dan 6. Dan kelompok ganjil beranggotakan siswa dari kelas 1,3, dan 5.
Saat ini saya ikut bersama kelompok genap dalam menyalurkan bantuan kepada kaum dhuafa yang ada di jalanan serta mendatangi beberapa panti asuhan.
Bantuan yang disalurkan ini merupakan sumbangan dan partisipasi siswa dan paguyuban orangtua siswa.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan kota Makassar dan Kepala UPTD Pendidikan kecamatan Rappocini.
