KKG Gugus 3 Bontoala Gelar Kegiatan Hari Belajar Guru

REPORTASE PENDIDIKAN —Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar kegiatan Hari Belajar Guru, sabtu 14 februari 2026.

Pada kegiatan ini Satir, S.Pd, M.Pd selaku kepala UPT SPF SD Inpres Layang Tua II turut hadir dan menjadi narasumber.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat meningkatkan komptensi guru dalam menjalankan proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing.

Satir mengatakan, Hari Belajar Guru merupakan upaya untuk memperkuat budaya belajar di ekosistem guru, sekaligus memberikan ruang refleksi dan pengembangan diri secara berkelanjutan. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk menjadikan guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Hari Belajar Guru bukan hanya soal menydiakan waktu luang untuk belajar, tetapi ruang bersama untuk tumbuh dan berkembang.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan memegang peran sentral dalam menciptakan generasi penerus yang berkarakter dan berdaya saing tinggi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, setiap guru diwajibkan untuk memenuhi kualifikasi akademik serta melakukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Baca juga:  Upacara Peringatan Hari Guru Nasional di SDI Sambung Jawa I dan III

Melalui Hari Belajar Guru, kami mendorong para guru untuk memperkuat kompetensi, memperdalam refleksi atas praktik pembelajaran, serta membangun kolaborasi yang lebih bermakna antar sesame guru. Harapannya, ini menjadi momen yang dinantikan, bukan sebagai beban. Ketika guru terus belajar, murid pun akan semakin semangat dan senang belajar karena mereka merasakan pembelajaran yang hidup dan bermakna.

Diketahui, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru menerbitkan Surat Edaran nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 tentang Hari Belajar Guru. Kebijakan ini bertujuan untuk membangun ekosistem dan semangat belajar sepanjang hayat bagi guru, sesuai dengan prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

You cannot copy content of this page