"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Inspiratif

Kisah Petani Miskin dan Tuan Tanah Kaya

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>
ilustrasi

reportasependidikan.com – Di sebuah desa, hiduplah dua orang bernama Adi dan Kamal, rumah mereka bersebelahan dan mereka hidup bertetangga. Adi adalah seorang petani miskin sementara Kamal adalah seorang tuan tanah yang kaya raya. Kedua tetangga itu menjalani kehidupan yang benar-benar berlawanan satu sama lain.

Adi, sekalipun harus bekerja keras setiap hari, namun dia hidup dengan santai dan bahagia, dan dia tidak pernah repot-repot menutup jendela ataupun pintu rumahnya di malam hari sebelum tidur. Meskipun dia tidak punya uang banyak, namun dia menjalani kehidupan yang damai, setiap malam dia akan tertidur dengan nyenyak.

Ilustrasi. (Wikimedia Commons)

Di sisi lain, Kamal menjalani hidup dengan nyaman, dia tidak perlu bekerja terlalu keras setiap hari, dia juga memiliki beragam barang mewah, namun di sisi lain, hidupnya selalu tegang. Dia selalu berulangkali memeriksa pintu dan jendela di rumahnya pada malam hari dan dia juga tidak bisa tidur nyenyak. Dia selalu terganggu bahwa mungkin seseorang akan masuk ke rumah dan membobol brankasnya, dan kemudian mencuri semua uangnya. Jauh di dalam lubuk hati, sesungguhnya dia menginginkan kedamaian dalam hidupnya.

Kamal walaupun tahu bahwa Adi miskin, tapi dia sering iri akan kehidupan damai yang dimiliki Adi.

Suatu hari, Kamal mendatangi tetangganya dan memberinya sekotak penuh uang tunai sambil berkata, “Lihatlah sahabatku. Saya diberkati dengan banyak kekayaan. Saya melihatmu berada dalam kemiskinan. Jadi, ambillah uang tunai ini dan hiduplah dalam kemakmuran.”

Mendapatkan uang begitu banyak, tentu saja Adi sangat bahagia karena itu akan bisa meringankan beban hidupnya. Awalnya dia merasa senang, namun tidak lama, dia mulai susah tidur. Semakin lama, dia tidak bisa tidur sambil terus memikirkan uang tunai yang dia miliki bersamanya. Setiap malam dia mulai berulangkali memeriksa apakah pintu dan jendela rumahnya tertutup dan terkunci. Sepanjang malam bahkan dalam tidurnya, dia terus merasa cemas.

Segera setelah beberapa hari, Adi mengambil kotak uang tunainya, dan mengembalikannya kepada Kamal, dia berkata, “Sahabatku, saya memang miskin. Tapi, uangmu telah mengambil kedamaian dari hidupku. Jadi biar saya kembalikan uangmu.”

Uang tidak bisa membuat kita mendapatkan segalanya. Belajarlah untuk puas dengan apa yang kita miliki dan kita akan selalu bahagia. (lpc/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

Recent Posts

Jumat Ibadah, Pembiasaan Religius Rutin di SDN Kompleks IKIP I Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN — Suasana penuh ketenangan dan kekhusyukan menyelimuti lingkungan UPTD SPF SD Negeri Kompleks IKIP I Makassar, Jumat pagi. Seluruh…

1 minggu ago

SDI Pannampu II Tanamkan Pembiasaan Salat Dhuha Bagi Siswa

REPORTASE PENDIDIKAN — Sebagai bagian dari pembiasaan ibadah dan pembentukan karakter religius, seluruh siswa-siswi UPTD SPF SD Inpres Pannampu II kecamatan…

1 minggu ago

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Tamamaung

REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Negeri Tamamaung Makassar dalam suasana penuh khidmat dan kehangatan melangsungkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,…

1 minggu ago

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDI Tamamaung III

REPORTASE PENDIDIKAN - Peringatan maulid nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 12 Hijriyah juga digelar di UPTD SPF SD Inpres Tamamaung III…

2 minggu ago

SDI Buttatianang II Peringati Maulid Nabi: Meneladani Akhlak Mulia, Wujudkan Generasi Beradab

REPORTASE PENDIDIKAN – Seluruh warga UPTD SPF SD Inpres Buttatianang II Makassar berkumpul dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan untuk memperingati…

2 minggu ago

SDI Bertingkat Layang Disambangi Tim Penilaian Lomba UKS Terbaik Sekota Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Layang kecamatan Bontoala kota Makassar turut mengikuti penilaian Lomba Unit Kesehatan Sekolah (UKS)…

2 minggu ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.