
reportasependidikan.com – Dalam menyikapi program Wali kota Makassar “Jagai Anakta”, SD Unggulan Toddopuli dan SD Inpres Toddopuli I yang berada dalam satu kompleks mulai menerapkan sistem keamanan di lingkungan sekolah dengan membatasi akses orangtua yang mengantar dan menjemput anaknya.
Ditemui di ruang kantornya, kamis (12/10) kepala SD Unggulan Toddopuli, Dra. Hj. Herlina Haris, M.Pd mengatakan, program Jagai Anakta saat ini telah kami terapkan.
“Jadi orangtua hanya boleh mengantar sampai pintu gerbang. Begitu pun ketika mereka menjemput,” ungkap Hj. Herlina.
Lebih lanjut dikatakan, biarkan guru menjalankan perannya dengan penuh tanggungjawab ketika siswa berada di sekolah. Dan orangtua mengambil kembali perannya ketika siswa sudah berada di luar sekolah.
Sementara itu, Dra. Seniwati, MM selaku kepala SD Inpres Toddopuli I berharap dengan dijalankannya program Jagai Anakta ini peredaran obat-obatan terlarang seperti PCC yang sekarang ini marak menyasar anak SD dapat diminimalisir.
Selain itu, dengan penerapan ini, lingkungan sekolah jauh lebih steril dari orang-orang yang tidak berkepentingan berada di dalam lingkungan sekolah disaat proses belajar-mengajar sedang berlangsung.
Program Jagai Anakta diserukan oleh Wali kota Makassar, Danny Pomanto atas keprihatinannya terhadap kenyataan jika sekolah sudah menjadi sasaran para pengedar narkoba. Untuk itu, Danny memerintahkan sekolah menutup gerbang sekolah dan meminta identitas siapapun yang ingin masuk ke dalam lingkungan sekolah. (AM)