"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Islam

Ini Cara Wudhu Yang Dicontohkan Nabi

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.comWudhu’ adalah sebuah sunnah (petunjuk) yang berhukum wajib, ketika seseorang mau menegakkan shalat. Sunnah ini banyak dilalaikan oleh kaum muslimin pada hari ini sehingga terkadang kita tersenyum heran saat melihat ada sebagian di antara mereka yang berwudhu’ seperti anak-anak kecil, tak karuan dan asal-asalan.

Mereka mengira bahwa wudhu itu hanya sekadar membasuh dan mengusap anggota badan dalam wudhu’. Semua ini terjadi karena kejahilan tentang agama, taqlid buta kepada orang, dan kurangnya semangat dalam mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Tatacara wudhu’ menurut syariat adalah sebagai berikut:

– Menuangkan air dari bejana (gayung) untuk mencuci telapak tangan sebanyak tiga kali ;

– Kemudian menyiduk air dengan tangan kanan lalu berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya sebanyak tiga kali ;

– Kemudian membasuh wajah sebanyak tiga kali ;

– Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali ;

– Kemudian mengusap kepala dan kedua telinga sekali usap ;

– Kemudian mencuci kaki sampai mata kaki sebanyak tiga kali. Ia boleh membasuhnya sebanyak dua kali atau mencukupkan sekali basuhan saja.

Setelah itu hendaknya ia berdoa:

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu, Allahummaj ‘alni minat tawwabiin waj’alni minal mutathahhiriin.”

Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak disembah dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Yaa Allah jadikanlah hamba termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.“

Adapun sebelumnya hendaklah ia mengucapkan ‘bismillah’ berdasarkan hadits yang berbunyi:

“Tidak sempurna wudhu’ yang tidak dimulai dengan membaca asma Allah (bismillah).”
(H.R At-Tirmidzi 56)

 (Dinukil dari Fatawa Lajnah Daimah juz V/231. Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah wal Ifta, Dewan Tetap Arab saudi untuk riset-riset ilmiyah dan fatwa) []

Recent Posts

Meriah, Karnaval Kemerdekaan SDN Paccinang I

REPORTASE PENDIDIKAN — UPT SPF SD Negeri Paccinang I kecamatan Panakkukang kota Makassar memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia Tahun…

6 jam ago

SDI Pannampu III Sambut HUT ke-81 RI dengan Semangat Kemerdekaan

REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Pannampu III kecamatan Tallo kota Makassar menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik…

7 jam ago

Bulog dan Baitullmall Muamalat Berbagi Sepatu Gratis di SDN Rappocini

REPORTASE PENDIDIKAN - Bulog bekerjasama dengan Baitulmall Muamalat menyalurkan bantuan 100 paket sepatu yang akan diberikan kepada 9 sekolah di kota…

7 jam ago

Semarak Kemerdekaan di SDN Rappokalling No. 71

REPORTASE PENDIDIKAN – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, UPT SPF SD Negeri Rappojawa No. 71…

8 jam ago

SDN Kompleks Sudirman Berikan Donasi Korban Kebakaran di Kecamatan Tallo dan Bontoala

REPORTASE PENDIDIKAN - Rasa kepedulian dan solidaritas kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SDN Kompleks Sudirman Makassar. Empat sekolah dasar yang ada…

23 jam ago

SDI Layang Bertingkat Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Porseni

REPORTASE PENDIDIKAN - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, UPT SPF SD Inpres Layang Bertingkat kecamatan Bontoala kota Makassar…

24 jam ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.