"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Islam

Ilmuwan Muslim Pencetus Konsep Batas Wilayah Negara

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.com – Garis batas wilayah menentukan teritorial negara. Yang berjasa dalam hal tersebut adalah para ilmuwan Muslim. Mereka berhasil merintis konsep tentang batas wilayah.

Terdapat beberapa kriteria, mulai dari kepadatan penduduk, luas, serta produktivitas lahan pertanian.

Dalam buku “Boundaries and Frontiers in Medieval Muslim Geography” karya sejarawan Ralph W Brauer disebutkan kepemilikan atas suatu wilayah harus diiringi kebijakan yang melindunginya.

Misalnya, warga setempat memperoleh hak pengelolaan lahan produktif. Kemudian, penguasa mengenakan pajak atas tanah (kharaj) di sana.

Khalifah Umar

Menurutnya, hal itu sudah dipraktikkan di dunia Islam sejak masa Khulafaur Rasyidin. Adalah Khalifah Umar bin Khattab yang memelopori ketika memperluas wilayah.

Dan terus berkembang hingga masa selanjutnya. Ilmuwan menopang pemerintah dengan kemampuan mengukur luas wilayah dalam penentuan batas.

Selain itu, para ilmuwan Muslim telah mampu mengukur luas wilayah yang berguna dalam menentukan garis batas. Naskah ilmiah mencantumkan istilah yarad, sahm, jarib, atau qabiz untuk menghitung jarak dan panjang sebuah area.

Abu Fida

Abu Fida, ilmuwan abad ke- 13, menemukan miqyas, yakni alat yang digunakan untuk mengukur luas wilayah. Menurut Brauer, sejarawan kontemporer sangat mengagumi keahlian ilmuwan Muslim dalam memperkirakan jarak dan letak wilayah.

Dalam kaitan ini terdapat jalinan kerja sama antara ahli geografi dan pakar matematika. Prestasi lainnya adalah pengembangan metode pengukuran garis lintang dan bujur yang diadopsi dari pengetahuan Yunani kuno.

Al-Khawarizmi

Al-Khawarizmi dikenal luas sebagai tokoh yang menyusun peta bumi disertai posisi dan letak wilayah. Karya ini berpe ngaruh besar bagi kemajuan bidang geografi. Kondisi di wilayah perbatasan dan kawasan terluar tak luput dari pengamatannya.

Sementara itu, Sulayman al- Tajir pada 851 memberikan deskripsi mendalam tentang situasi wilayah, penduduk, dan kehidupan sosial ekonomi di wilayah Timur Jauh maupun. []

SUMBER: REPUBLIKA

Recent Posts

SDI Toddopuli I Bawa Anak Panti Asuhan Makan Bersama di KFC

REPORRASE PENDIDIKAN-- UPT SPF SD Inpres Toddopuli I Makassar berkunjung ke Panti Asuhan Al-Kabiiru Makassar bersama siswa, guru-guru, orangtua siswa, dan…

9 jam ago

Komunitas Orangtua siswa ‘SITONGKA CERDAS’ SDI Mallengkeri I Buat Pot dari Galon Bekas

REPORTASE PENDIDIKAN -- Komunitas orangtua siswa 'SITONGKA CERDAS' UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar turut ambil bagian…

10 jam ago

Ujian Akhir Sekolah di SDI Nipa-Nipa Berjalan Lancar dan Tertib

REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Nipa-Nipa kecamatan Manggala kota Makassar menggelar ujian akhir sekolah (UAS), Senin 4 mei 2026.…

1 hari ago

Upacara Peringatan Hardiknas di SDI Kompleks Galangan Kapal

REPORTASE PENDIDIKAN -- Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 berlangsung hikmad dan lancar di Kompleks SDI Galangan Kapal kecamatan…

2 hari ago

SDN Rappocini Apresiasi Guru Berdedikasi dan Siswa Berprestasi pada Peringatan Hardiknas 2026

REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Negeri Rappocini Makassar menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di halaman sekolah,…

2 hari ago

Kepala SDI Layang Tua I Hadiri Upacara Hardiknas bersama Wali Kota Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN -- Kepala UPT SPF SD Inpres Layang Tua I Makassar, Hj. Andi Wahyuni, S.Pd,. M.Pd  menghadiri upacara peringatan Hari…

2 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.