
Makassar – dr. Udin Shaputra Malik di beberapa waktu lalu melalui Forum Kemanusiaan Kota Makassar mengadakan kegiatan yang di mana Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Ibu Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., yang menjadi pembuka acara tersebut.
Setelah berdiskusi di kegiatan Forum Kemanusiaan Kota Makassar (FKKM) saat itu, muncullah ide untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan lembaga atau organisasi kemanusiaan, Zakat ataupun sosial.
Kamis, 8 Desember 2022 pada jam 09.00 Wita dijadwalkan untuk mengadakan FGD Lembaga dan Komunitas sosial, kemanusiaan dan Zakat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Dayasos, Ibu Elyza, S.Sos.
Hadir yang membuka acara ini adalah Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Ibu Aulia Arsyad, S.STP., M.Si.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar mengatakan, “Dinas Sosial Makassar akan turun serta di dalam masalah sosial yang terjadi di Makassar. Dan sangat mengapresiasi serta terbantukan dengan gerak sosial dari organisasi atau lembaga sosial yang turut membantu persoalan sosial dengan koordinasi yang terjalin dengan Pemerintah Kota Makassar, terkhusus Dinas Sosial Kota Makassar.”
Hadir dalam kegiatan ini dua Narasumber yang membawakan materi masing-masing.

Pemateri pertama adalah dr. Udin Shaputra Malik dengan konten “Kolaborasi Relawan melalui Forum Kemanusiaan Kota Makassar”, kemudiaan pemateri kedua adalah Rd. Zaky Miftahul Fasa, S.ST. M.Pd., dengan konten “Peran Organisasi Kemanusiaan dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial”.
Kemudian kegiatan dipandu oleh Moderator, Ir. Gamaliun Bahmid, Ketua LPM Malimongan Tua.
Dalam materinya dr. Udin Malik yang merupakan Ketua FKKM menyampaikan, “Forum Kemanusiaan Kota Makassar terbentuk untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah sosial. Dan relawan perlu memiliki kepekaan dalam melihat siapa yang dibantu karena ada masyarakat yang memang menjadikan kemiskinan sebagai pekerjaan.”
Dilanjutkan dengan materi kedua, Bapak Zaky Fasa mengatakan, “Relawan profesional perlu disertifikasi oleh Kementerian Sosial sehingga punya standarisasi dalam dunia kerelawanan.
Lanjut dalam penjelesannay, “Lembaga kemanusiaan atau sosial harus melihat sisi mana di bagian kerjaan sosial yang akan dilakukan oleh kita”.
Setelah istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan rencana kegiatan secara berkelompok dalam menyusun kolaborasi di Makassar dengan lintas organisasi yang tergabung dan sudah beraktifitas di dunia kerelawanan dan sosial. Lalu kegiatan diakhiri dengan foto bersama.
