
reportasependidikan.com – K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kecamatan Rappocini menjadi yang kedua ditemui oleh tim Massikola (Makassar Siap Sekolah) yang dipimpin langusng oleh Founder-nya yaitu dr. Udin Shaputra Malik.
Massikola merupakan gerakan yang dibentuk oleh dr. Udin Shaputra Malik yang awalnya untuk membantu masyarakat tidak mampu baik secara materi maupun secara pengetahuan dalam mengakses kolom pendaftaran dalam jaringan (online).
Setelah proses itu berjalan, muncullah harapan dari Dinas Pendidikan, khususnya Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Bapak Muhyiddin, SE., MM., untuk mengajak berkolaborasi mengenai pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS).
Dan Massikola pun menyambut ajakan tersebut untuk membantu Pemerintah dalam membuka kesempatan yang lebih baik kepada anak-anak tersebut, sebagai penerus masa depan bangsa dengan isu Bonus Demografi yang terus berdengung.
Salah satu rencana aksi dalam melakukan aktifitas pemberantasan angka ATS/APS tersebut, Massikola berkolaborasi dengan pihak sekolah, terkhusus Kepala Sekolah.
Sekolah dianggap oleh Massikola sebagai sumber informasi terdekat bagi masyarakat untuk mengadu selain RT/RW di wilayahnya.
Acara diawali oleh Zhuchri Kasman, selaku tim Massikola mengenai format pendataan siswa ATS/APS dihadapan beberapa Kepala Sekolah yang hadir.
Dijelaskan oleh Zhuchri Kasman, “Penting bagi tim membuat format data ini agar lebih mudah menjadi menelusuri dan mempertanyakan alasan anak hingga tidak maupun putus sekolah”.

Kemudian dr. Udin Shaputra Malik masuk memberikan materi mengenai Massikola secara garis besar.
Diungkapkan oleh founder Massikola ini bahwa, “Kita ingin langkah antisipatif terjadi sehingga potensi anak yang sudah bersekolah, tidak berhenti lagi di kemudian hari. Jika pun terjadi, silahkan sampaikan kepada tim Massikola dan dengan berkoordinasi dengan Pemerintahan Wilayah baik Camat dan RT/RW kemudian kita akan cari. Seperti Program Makassar Recover punya Covid Hunter, kita akan jadi ATS/APS hunter”.
Di kesempatan tersebut, banyak pertanyaan yang muncul dari Kepala Sekolah, sehingga diskusi lebih hidup untuk mendapatkan gambaran ke depan.
Ketua K3S Kecamatan Rappocini, Dr. Jusman, “Ke depan kita semua perlu untuk membantu anak-anak yang sudah lama hilang di sekolah kita masing-masing dengan bantuan dari Tim Massikola maupun pihak Pemerintah setempat.”, pungkasnya.
Dilanjutkan oleh Ibu Hj. Baena, S.Pd., M.Pd., Kepala SDI Banta-Bantaeng I mengatakan, “Jika kita bekerja sama dengan baik dan tanggap, persoalan ini akan bisa cepat kita selesaikan bersama. Pada akhirnya Program Walikota kita pun akan terselesaikan.

Hadir pula Kepala Sekolah yang membantu ide dan pemikiran selama proses pembentukan Massikola sejak awal, yaitu Kepala SDN Rappocini, Ibu Juli Astutik, S.Pd., M.Pd., dan Kepala SDI Gunung Sari Baru, Ibu Erpin Rahayu, S.Pd., bersama kepala sekolah yang lain yang berada di Kecamatan Rappocini.
Akhirnya kegiatan ditutup dengan foto bersama.