Aliyah Siswa SDI Galangan Kapal IV Raih Juara 1 Lomba Pidato Putri FTBI 2025 Tingkat Kota Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN — Aliyah Azzahra siswa UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal IV berhasil meraih juara I Putri lomba pidato pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kota Makassar tahun 2025 yang dilaksanakan di UPT SPF SD Negeri Percontohan PAM Makassar.

Lomba pidato ini diikuti 24 peserta putri se-kota Makassar. Dan yang meraih juara 1 pada ajang ini berhak mewakili kota Makassar pada FTBI tingkat provinsi.

Selain Aliyah Azzahra, ada juga siswa lainnya dari SDI Kompleks Galangan Kapal yang meraih juara yaitu; Muh. Al Ghazali Yanca siswa UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II meraih juara I Putra lomba pidato dan Shakila Akanza Azzahra siswa UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal I meraih juara 3 Lomba Pidato Putri.

Masyita Sulaiman, S.Pd selaku kepala UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal IV merasa bangga dan bersyukur siswanya dapat meraih prestasi dalam ajang FTBI ini.

Menurutnya, prestasi ini menunjukkan siswanya juga mampu bersaing di tingkat kota Makassar. Dan dengan hasil ini Aliyah akan mewakili kota Makassar pada lomba Pidato FTBI kategori putri di tingkat provinsi.

Baca juga:  Bersama LCM Rajawali, Siswa SDI Pampang II Outing Class di Taman Arkeologi Leang-Leang dan Water Boom Maros

Untuk itu, Masyita berharap Aliyah bisa berlatih dengan baik lagi agar dapat meraih hasil yang baik di tingkat provinsi.

Diketahui, Festival Tunas Bahasa Ibu ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman Didampingi Kepala Bidang SD Kurniati.

Dalam sambutannya, Kadisdik kota Makassar mengatakan, festival ini menjadi ruang berharga bagi para generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah bahasa yang menjadi saksi tumbuhnya nilai, budaya, dan identitas bangsa.

Melalui berbagai kategori lomba seperti Mendongeng, Pidato, Komedi Tunggal, dan Cerpen, peserta tidak hanya ditantang untuk berkompetisi, tetapi juga diajak untuk menyuarakan pesan kearifan lokal dengan cara yang kreatif, inspiratif, dan berjiwa muda.

Festival ini menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, bahasa ibu tetap memiliki tempat istimewa sebagai akar yang meneguhkan jati diri dan memperkuat rasa kebangsaan.

Diakhir sambutannya Kadisdik mengajak kita semua untuk menjaga, merawat, dan wariskan bahasa ibu karena disanalah tersimpan keindahan masa lalu, kebanggaan masa kini, dan harapan untuk masa depan.

You cannot copy content of this page