"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Inspiratif

Walau Tak Bisa Menulis, Anak Ini Menerbitkan Sebuah Buku

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Madhu Barghavi Vijayakumar (Kanan)

reportasependidikan.com – Inspirasi bisa datang dari mana dan siapa saja, seperti kisah inspiratif dari Negeri Jiran, Malaysia. Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun berhasil menerbitkan karya perdananya berupa buku. Bocah tersebut bernama Madhu Barghavi Vijayakumar. Secara kasat mata, jika dilihat sekilas Madhu sama halnya dengan bocah seumurannya. Kendati demikian, di balik wajah polosnya, Madhu ternyata penyandang autis.

Sejak dua tahun terakhir, Madhu mendapat vonis dari sang dokter bahwa ia tergolong autis. Mendapat kabar tersebut, sang ibu Jegadeswari Krishnan pun tetap mendukung aktivitas sang anak. Sang ibu tetap memberikan hal terbaik untuk sang anak. Ia pun tetap memberikan dukungan pendidikan dengan menyekolahkan Madhu.

Siapa sangka, bocah yang tak bisa memegang pensil dan menulis ini dapat menerbitkan buku. Buku berjudul The Golden Parrot and The Magic Teapot menjadi karya inspiratif yang diciptakan oleh seorang bocah autis. Dalam keseharian, Madhu tergolong memiliki motorik yang sedikit lambat. Ia tak bisa memegang pensil dengan tangannya, apalagi menulis. Namun siapa sangka, Madhu berhasil menciptakan buku.

Singkat cerita, dalam keseharian sang guru melatih Madhu dengan tanah liat dan alat lainnya. Hal tersebut digunakan untuk memperkuat pegangannya. Usaha sang guru pun membuahkan hasil. Madhu mulai mengalami peningkatan gerak motorik. Suatu ketika, sang guru memberikan sebuah buklet polos untuk Madhu. Hal tersebut dilakukan karena Madhu sangat membenci tulisan.

Mengetahui sang anak tak suka dengan tulisan, sang ibu mengajak Madhu untuk bercerita lewat gambar. Sang ibu mendorong putrinya untuk menulis cerita setelah mengulangnya beberapa kali. Mengetahui kemampuan yang anak, sang ibu pun mencari bantuan teman-temannya untuk proses produksi buku. Berkat bantuan banyak pihak, kini karya Madhu dapat diterbitkan dan diedarkan di banyak toko. Buku The Golden Parrot and The Magic Teapot ini dijual dengan harga RM 28,9 atau setara dengan Rp 88 ribu.

Tak sekadar menerbitkan buku, hasil penjualan buku pun akan didonasikan ke lembaga non-profit di bidang autis di Malaysia. Kisah Madhu ini menjadi viral di Malaysia, pasalnya keterbatasan yang sering kali dianggap sebagai penghalang justru mampu memunculkan ide cemerlang. []

 

Sumber: Brilio

Recent Posts

Maulid Nabi Muhammad SAW di SDI Batua I

REPORTASE PENDIDIKAN - Peringatan maulid nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 12 Hijriyah juga digelar di UPTD SPF SD Inpres Batua I…

18 jam ago

SD Kompleks Rappokalling Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

REPORTASE PENDIDIKAN - UPTD SPF SD Kompleks  Rappokalling kecamatan Tallo kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1448…

20 jam ago

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDI Sambung Jawa III

REPORTASE PENDIDIKAN - UPTD SPF SD Inpres Sambung jawa III kecamatan Mamajang kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal…

20 jam ago

SDI Bertingkat Mamajang I Melalui Maulid Bangun Generasi Unggul

REPORTASE PENDIDIKAN - UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Mamajang 1 kecamatan Mamajang kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan…

3 hari ago

Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Kompleks Balang Baru

REPORTASE PENDIDIKAN - UPTD SPF SD Negeri Kompleks  Balang Baru kecamatan Tamalate kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan…

3 hari ago

SDI Kassi-Kassi Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia melalui Maulid Nabi

REPORTASE PENDIDIKAN - Peringatan maulid nabi Muhammad SAW juga digelar di UPTD SPF SD Inpres Kassi-Kassi kecamatan Rappocini kota Makassar, Jumat 11…

3 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.