Siswa SDI Perumnas II Ikuti Pelatihan Coding Scratch di UNM

reportasependidikan.com — Siswa UPT SPF SD Inpres Perumnas II Makassar mengikuti pelatihan  Coding Scratch yang dilaksanakan di Labkom Lt.2 Universitas Negeri Makassar, Minggu 10 mei 2025.

Coding Scratch bagi peserta didik sekolah dasar adalah platform pemrograman visual yang dirancang untuk memperkenalkan konsep pemrograman dasar secara interaktif dan menyenangkan.

Anak-anak dapat membuat proyek seperti animasi, game, cerita, dan karya kreatif lainnya dengan menyusun balok-balok kode seperti menyusun puzzle. Scratch membantu mengembangkan pemikiran logis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah pada siswa.

Nur Sofiatul Lailiyah, S.Pd.,M.Pd., selaku kepala UPT SPF SDI Perumnas II Makassar mengatakan, pada hari ini siswa kami mengikuti pelatihan Coding Scratch di UNM.

Melalui pelatihan ini anak-anak dapat mengekspresikan ide-ide mereka dengan membuat proyek-proyek yang kreatif dan interaktif.

Proses membuat proyek tersebut membantu mereka belajar tentang logika, pemikiran kritis, dan bagaimana memecahkan masalah dengan mencoba berbagai solusi.

 

Scratch dirancang agar mudah dipahami dan digunakan oleh anak-anak, bahkan yang belum pernah belajar pemrograman sebelumnya. Antarmuka yang intuitif dan metode drag-and-drop membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektif.

Baca juga:  SDI BTN IKIP I Makassar Tampung 6 Siswa Korban Gempa di Palu

Lanjutnya, Scratch sering digunakan di sekolah dasar sebagai alat untuk mengajarkan pemrograman dasar kepada siswa, karena kemudahan penggunaan dan manfaatnya dalam mengembangkan keterampilan di abad ke-21.

Dengan Scratch, anak-anak dapat membuat berbagai proyek, seperti game sederhana (misalnya, game petualangan atau game tembak-tembakan), animasi (misalnya, cerita tentang hewan atau tokoh kartun), atau proyek interaktif lainnya.

Belajar Scratch membantu anak-anak untuk menjadi lebih mahir dalam menggunakan teknologi dan memahami dasar-dasar pemrograman, yang penting di era digital. Scratch mendorong anak-anak untuk berkreasi dan mengekspresikan ide-ide mereka melalui proyek-proyek interaktif.

Proses membuat proyek di Scratch membantu anak-anak untuk belajar memecahkan masalah secara logis dan mengembangkan pemikiran kritis, Scratch mengajarkan anak-anak tentang konsep-konsep dasar pemrograman, seperti urutan, seleksi, dan pengulangan, yang penting dalam pemikiran logis.

You cannot copy content of this page