SDN Mangkura IV Coba Kembangkan Budidaya Maggot

REPORTASE PENDIDIKAN — UPT SPF SD Negeri Mangkura IV Makassar melakukan budidaya Maggot. Budidaya maggot, atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF), memiliki banyak manfaat ekologis dan ekonomi.

Maggot dikenal efektif dalam mengurai limbah organik dengan cepat, mengubahnya menjadi protein tinggi yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Program ini tidak hanya membantu dalam pengelolaan limbah, tetapi juga berpotensi memberikan sumber pakan alternatif yang berkelanjutan.

Di SDN Mangkura IV, program ini bertujuan untuk mengurangi limbah organik dari kantin ataupun sisa makanan MBG. Limbah tersebut kemudian digunakan sebagai media untuk budidaya maggot.

Dengan demikian, sekolah dapat mengurangi volume limbah yang dihasilkan serta mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Damaris, S.Pd selaku kepala UPT SPF SDN Mangkura IV menjelaskan, di sekolah kami mencoba melakukan budidaya Maggot walaupun baru berskala kecil.

Hal ini kami lakukan sebagai bentuk edukasi bagi siswa dan juga sebagai solusi bagi pemanfaatan sampah termasuk sisa makanan MBG yang tidak dimakan oleh siswa.

Diketahui, Maggot merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens yang awalnya berasal dari telur dan bermetamorfosis menjadi lalat dewasa.Tubuh maggot berwarna hitam dan sekilas mirip dengan tawon.

Budidaya larva maggot atau Black Soldier Fly penting dilakukan sebagai solusi untuk menguraikan sampah organik atau sampah basah.

Baca juga:  Peringati Hari Jadi Kota Makassar, Siswa SDN Ung. Mongisidi I Kenakan Busana Adat

Black Soldier Fly atau selanjutnya disingkat BSF adalah salah satu animalia dari kelas insekta. Daur hidup BSF dimulai dari perkawinan BSF jantan dan betina. Dua hingga tiga hari setelah kawin, betina akan bertelur. Betina akan mati setelah bertelur dan jantan mati setelah kawin. Telur BSF menetas dalam jangka waktu tiga sampai empat hari. Telur tersebut menjadi bayi larva yang memiliki ukuran kurang dari 1mm. Pada usia 0-18/21 hari bayi larva yang telah membesar menjadi larva dewasa dengan ciri-ciri berwarna putih kecoklatan, larva besar kemudian menjadi prepupa dengan warna hitam dan tidak makan. Pada siklus ini, prepupa mulai memanjat dari media untuk mencari tempat kering. Prepupa yang telah memasuki tujuh hari akan masuk pada fase pupa. Pada fase ini, pupa sudah tidak bergerak diam rata-rata tujuh hari sampai satu bulan sampai menetas.

Manfaat larva BSF (maggot) diantaranya menguraikan sampah. Keunggulan budidaya larva maggot adalah aman bagi manusia (tidak menimbulkan wabah penyakit), pertumbuhan yang cepat, bersih, perawatan mudah, biaya produksi murah, bisa diproduksi di lahan yang sempit, dan tidak berbau.

You cannot copy content of this page