
reportasependidikan.com – Forum Kemanusiaan Kota Makassar (FKKM) yang dipimpin oleh dr. Udin Shaputra Malik & Dinas Pendidikan Kota Makassar dipimpin oleh H. Muhyiddin, S.E., M.M., mendapatkan laporan adanya siswa pindahan yang tidak memiliki akta kelahiran yang menjadi kemungkinan anak tersebut akan menjadi anak putus sekolah (APS).
Riyan namanya, anak yang sangat aktif dan tidak tampak pemalu karena sering turut kegiatan sosial di organisasi yang mendidik dia dan teman-temannya mengenai calistung, baca tulis Al Quran, dan lainnya.
Namun sayang harus berhenti bersekolah. Menurut ibunya, Hasriani bahwa anaknya pernah di suatu sekolah yayasan. Dikarenakan tak memiliki akta kelahiran, sehingga pada saat Riyan akan naik kelas, tak bisa dilanjutkan bersekolah di situ.
Di masa pandemi pada saat itu, Riyan juga tidak bisa bersekolah sehingga tahun 2022 security sekolah Junaedi Daeng Mangung yang membawa ke UPT SPF SD Inpres Perumnas II tempat beliau bekerja.

Kepala Sekolah yaitu Kepsek Saktiyawaty B., S.Pd., M.Pd., yang langsung menerima siswa untuk masuk.
Riyan yang telah berusia 9 tahun masih ditempatkan di kelas 1 untuk mengajarkan baca, tulis dan hitung (calistung).
Seharusnya dia sudah berada di kelas 3 SD, sehingga sekolah mempersiapkan mekanisme untuk melakukan proses penyesuaian pembelajaran menyesuaikan dengan usianya.
Zhuchri Kasman yang mewakili program pengentasan anak putus sekolah untuk membantu proses untuk pembuatan Akta Kelahiran.
Pada hari senin secara intens sekolah bersama Zhuchri Kasman untuk membicarakan syarat yang harus dilengkapi untuk membuat akta kelahiran.
Selasa, 10 Januari 2023 akhirnya ibu Hariani yang merupakan orangtua Riyan pun mengumpulkan data kelengkapan.
Setelah semua lengkap, data pun diambil dan dalam 1-2 hari ke depan akan dimasukkan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).
Dinas Pendidikan Kota Makassar sangat mendukung kegiatan itu untuk siswa mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik.
“Kita akan terus membantu seoptimal mungkin masalah pendidikan di masyarakat”, kata dr. Udin Malik.
Di hubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar mengatakan, “Dinas Pendidikan bersama FKKM dan relawan akan terus menguatkan visi Pemerintah Kota Makassar di bidang pendidikan untuk semua harus sekolah.”
