SDI Buttatianang II Peringati Hari Pencanangan Satu Juta Pohon

REPORTASE PENDIDIKAN — Dalam rangka memperingati hari Pencanangan Gerakan Sejuta Pohon Tahun 2026, Kepala sekolah UPT SPF SD Inpres Buttatianang II kecamatan Tallo kota Makassar melakukan aksi Penanaman pohon.

Penanaman pohon yang dilakukan di lingkungan sekolah ini dilaksanakan oleh siswa dengan didampingi para guru.

Ilyanti Hasirah Nurgas, S.Pd, M.Pd selaku kepala UPT SPF SD Inpres Buttatianang II Makassar mengatakan, peringatan Hari Sejuta Pohon yang jatuh pada 10 Januari 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Ilyanti menegaskan bahwa Hari Sejuta Pohon bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat kolektif akan pentingnya peran pohon bagi keberlangsungan kehidupan manusia dan alam.

Menurutnya, penanaman pohon harus dimaknai sebagai investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.

“Pohon adalah sumber kehidupan. Menanam pohon berarti menanam harapan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mencegah berbagai bencana lingkungan seperti banjir, longsor, dan krisis air,” ujar Ilyanti.

Baca juga:  Pelepasan Mahasiswa PPG PJOK UNM di SDI Sambung Jawa I

 

Ilyanti menjelaskan, sekolahnya secara konsisten mendorong gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan melalui berbagai program nyata di sekolah. Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Seperti pada kegiatan ini kami mengajak seluruh elemen, mulai dari orangtua siswa dan pemerintah setempat untuk menjadikan momentum Hari Sejuta Pohon sebagai awal dari gerakan berkelanjutan, bukan kegiatan sesaat.

“Kami mengajak semua pihak untuk tidak berhenti menanam pohon hari ini saja, tetapi terus merawat dan melestarikannya. Kepedulian lingkungan harus menjadi budaya, bukan sekadar agenda,” tambahnya.

Peringatan Hari Sejuta Pohon diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga alam demi keberlanjutan lingkungan dan masa depan yang lebih hijau.

You cannot copy content of this page