"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Islam

Saat Putri Umar Bin Abdul Aziz Meminta Pakaian Baru

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>
ilustrasi google

reportasependidikan.com – Pada Hari Raya Idul Fitri, sebagian umat Islam terbiasa mengenakan pakaian baru. Sebenarnya, hal ini bukanlah suatu kewajiban. Karena yang dianjurkan Islam adalah umatnya mengenakan pakaian terbaiknya, yakni yang bersih dan suci.

Namun, sebagian mereka ingin memberikan yang terbaik untuk Islam dengan cara menyisihkan sebagian uang untuk membeli pakaian baru. Hal itu juga sebagai penghormatan terhadap hari raya Islam. Saat hari raya tiba, anak perempuan Amirul mukminin Umar bin Abdul Aziz datang menemui ayahnya. la mengadu padanya, “Ayah, semua orang mengenakan pakaian baru pada saat hari raya. Aku juga sangat ingin mengenakannya. Berikanlah aku uang untuk membeli pakaian baru.”

Melihat anaknya yang meminta dengan penuh harap, Umar merasa tak tega menolaknya. la lalu memanggil pelayannya, lalu berkata padanya, “Pelayan, berikan gaji bulan depanku, sekarang.Aku ingin memakainya untuk membeli baju putriku!”

Pelayan itu tidak segera menjalankan perintah tuannya. la tidak beranjak dari tempatnya. la hanya terdiam sambil memandang sang Amirul Mukminin, Umar bin Abdul Aziz. Umar lalu bertanya padanya, ” Ada apa denganmu? Kenapa kamu diam?”

“Wahai Amirul Mukminin, Anda ingin mengambil gaji bulan depan Anda? Apakah anda dapat menjamin bahwa Anda akan tetap hidup hingga bulan ini?” tanya si Pelayan.

Umar terdiam. la seperti tersadar terhadap perbuatannya. Umar lalu berkata, “Terima kasih atas nasihatmu, pelayan. Kau benar. Aku tidak dapat menjamin diriku akan tetap hidup hingga bulan ini.”

Umar pun berbicara pada putrinya,”Anakku, urungkanlah keinginanmu untuk memiliki pakaian baru. Apa kamu mau mengenakan pakaian baru, sementara ayah masuk neraka?”

Putri Umar pun akhirnya memahami bahwa ayahnya tidak membelikan pakaian bukan karena pelit. Namun, ia sangat menjaga amanat yang diberikan padanya. Juga karena ia takut melanggar ketentuan Allah subhaanahu wa ta’ala. []

Sumber: Kisah Inspiratif Untuk Anak Muslim/ Penulis: Ariany Syurfah/ Penerbit: Penebar Swadaya, 2015

Recent Posts

SDI Buttatianang II Peringati Maulid Nabi: Meneladani Akhlak Mulia, Wujudkan Generasi Beradab

REPORTASE PENDIDIKAN – Seluruh warga UPTD SPF SD Inpres Buttatianang II Makassar berkumpul dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan untuk memperingati…

2 jam ago

SDI Bertingkat Layang Disambangi Tim Penilaian Lomba UKS Terbaik Sekota Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Inpres Bertingkat Layang kecamatan Bontoala kota Makassar turut mengikuti penilaian Lomba Unit Kesehatan Sekolah (UKS)…

3 jam ago

Perkuat Digitalisasi dan Supervisi, SDI Pannampu III Gelar Bimtek Simantap

REPORTASE PENDIDIKAN – Bimbingan teknik (Bimtek) dengan judul Simantap (Situs Mandiri Terintegrasi Pembelajaran) digelar UPTD SPF SDI Pannampu III kecamatan Tallo kota…

4 jam ago

Peringatan Maulid di SDN Rappocini Diramaikan Lomba Bakul Hias

REPORTASE PENDIDIKAN – Suasana penuh kebersamaan dan kreativitas mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Rappocini, kamis 17 september 2026.…

5 jam ago

SDI Toddopuli I Genjot Persiapan Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional

REPORTASE PENDIDIKAN – UPTD SPF SD Inpres Toddopuli I Makassar kini tengah berbenah secara menyeluruh dalam rangka mempersiapkan diri menuju penetapan…

18 jam ago

K3S Kecamatan Tallo Gelar Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tallo, Kota Makassar, menggelar kegiatan diseminasi revitalisasi bahasa daerah Makassar yang diikuti…

1 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.