"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Islam

Saat Lelah Mengurus Rakyat, Ini Do’a Umar Bin Khattab

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.com – Semasa hidupnya, Umar adalah sosok yang amat tegas. Bahkan, para umahat langsung terdiam saat Umar datang, padahal sebelumnya mereka asyik menyampaikan sesuatu kepada Rasulullah. Diamnya para umahat adalah sebentuk rasa hormat, sebab mengetahui karakter Umar.

Dalam sabda Rasulullah yang lain juga disebutkan bahwa setan lebih memilih lari dan mencari jalan lain saat berpapasan dengan Umar di jalan yang sama. Itulah di antara alasan mengapa Umar mendapat julukan al-Faruq dan disebut sebagai salah satu pintu fitnah. Kelak setelah Umar wafat, fitnah yang dialami kaum muslimin semakin menjadi-jadi.

Dalam memimpin, Umar adalah teladan tiada banding. Hingga kini, keteladanan Umar senantiasa dibincang harum dalam banyak literatur dan forum diskusi. Beliau adalah pemimpin yang tegas, peduli, bijaksana, tak pilih kasih, dan adil. Sebagai seorang pemimpin, beliau tak segan atau malu untuk memikul gandum yang hendak diberikannya kepada rakyat miskin nan kelaparan.

Pada suatu siang, Umar kelelahan sebab mengurus rakyatnya seharian. Beliaupun beristirahat di atas tumpukan tanah dan kerikil berlinangan keringat. Dalam episode kelelahan ini, Umar memanjatkan doa yang amat menyentuh hati. Beliau meminta kepada Allah Ta’ala dengan sesuatu yang tak banyak dilakukan oleh pemimpin lain selepasnya.

“Ya Allah,” pinta Umar lirih, “usiaku sudah semakin udzur, tubuhku semakin tua,” dan, lanjutnya terbata, “rakyatku sudah semakin banyak.” Itulah kalimat yang dipilih oleh Umar dalam panjatkan doa. Sebuah pengakuan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang memiliki sifat lemah nan tak berdaya di hadapan Rabbnya.

Dalam jenak, bibirnya semakin terbata melanjutkan pinta, “Kembalikan aku kepada-Mu dalam kondisi tidak menyia-nyiakan mereka, dan dalam kondisi tidak termakan fitnah.” Duhai, dalam lemahnya fisik yang dirasakan, beliau masih sibuk meminta sesuatu untuk rakyatnya.

Lanjutnya semakin jelas, “Tetapkanlah bagiku kematian sebagai syahid di jalan-Mu, dan wafat di tanah Rasul-Mu.” Beliau yang gagah perkasa itu, dengan tunduk meminta kematian di jalan Allah Ta’ala. Kemudian sebagai wujud rindunya kepada Nabi, Umar juga memohon agar diwafatkan di tanah kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.[]

Sumber: Kisahikmah.com

Recent Posts

Bentuk Generasi Beriman, SDN Tanggul Patompo I Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

REPORTASE PENDIDIKAN - Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah juga digelar di UPTD SPF SD Negeri Tanggul…

2 jam ago

7 Siswa SDI Perumnas II Berjaya di Kejuaraan Karate Antar Pelajar Kota Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN -- 7 siswa UPTD SPF SD Inpres Perumnas II kecamatan Rappocini kota Makassar berhasil meraih prestasi yang membanggakan…

2 jam ago

Kepala SDI Buttatianang II Ikuti Bimtek Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah Kota Makassar

REPORTASE PENDIDIKAN — Pemerintah Kota Makassar melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kompetensi…

1 hari ago

Empat Siswa SDI Pampang I Raih Prestasi Membanggakan pada Ajang Karate Antar Pelajar se-Maminasata

REPORTASE PENDIDIKAN --Empat siswa UPTD SPF SD Inpres Pampang I kecamatan Panakkukang kota Makassar berhasil meraih prestasi yang membanggakan pada…

2 hari ago

DPW Rumah Juang RAMPAS Provinsi Sulawesi Selatan Membuka UMKM Food Court di Halaman Sekretariat

MAKASSAR - Dalam mewujudkan kesejahteraan Sosial untuk para Kader Rampas Sulsel, pengurus wilayah Rampas Sulsel akan melaksanakan usaha UMKM yang bernama RAMPAS…

2 hari ago

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDI Pampang I

REPORTASE PENDIDIKAN - UPTD SPF SD Inpres Pampang I kecamatan Panakkukang kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema,"Meneladani…

3 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.