Rapat Teknis Persiapan Cuci Tangan Massal 2022 Bersama 2000 Siswa dari 22 SD di Kota Makassar

Foto bersama

reportasependidikan.com – Setelah masa Pandemi yang menghentikan terjadinya kerumunan orang secara massal, tibalah di tahun 2022 ini menjadi kesempatan mengumpulkan massa dalam jumlah yang cukup banyak bisa dilakukan.

Yayasan Rumah Senyum Sehat membuat ide perayaan Hari Cuci Tangan Sedunia (Global Handwashing Day) pada 15 Oktober nanti.

Siap hadir pada kesempatan tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) Kota Makassar, Bapak Muhyiddin, SE., MM., Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar yang juga Founder Massikola (Makassar Siap Sekolah), dr. Udin Shaputra Malik, dan beberapa tamu undangan lainnya. Rekomendasi diberikan kepada 22 Sekolah Dasar dengan target mencapai 2000-an siswa.

Rapat dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Oktober 2022 sejak pukul 09.00 Wita hingga selesai.

Rapat berlangsung di dalam ruangan Kelas II dari UPT SPF SD Negeri Mangkura I yang dihadiri oleh 21 Kepala Sekolah dan 22 Guru Pendamping.

Rapat diawali dengan penjelasan mengenai kelengkapan yang perlu disiapkan oleh setiap sekolah, jadwal kegiatan yang disusun oleh Yayasan Rumah Senyum Sehat dan teknis kegiatan yang diatur.

Penjelasan berlangsung selama 20 menit, setelah itu terjadi interaksi dengan para Kepala Sekolah.

Untuk persiapan kegiatan pada puncak perayaan Hari Cuci Tangan Sedunia 15 Oktober nanti. Beberapa saran hadir dari Kepala SDN Balang Boddong, Kepala SDN Mangkura III, Kepala SDN Mangkura II dan Kepala SDN Rappocini.

Baca juga:  Bersama Rajawali, SDN Patompo I Tambah Wawasan Sejarah

Junaedah Aswara, S.Pd., M.Pd., selaku kepala SDN Balang Boddong memberikan saran kepada Direktur Yayasan Rumah Senyum Sehat agar tarian cuci tangan dilakukan oleh seluruh peserta perwakilan sekolah dasar yang hadir.

Beliau berharap itu akan menjadi semarak yang akan mewujudkan kesempatan di tahun depan untuk dapat membuat kegiatan perayaan Hari Cuci Tangan Sedunia ini sebagai kegiatan besar dengan bantuan sponsor dari produk sabun cuci tangan.

Disambut dengan anggukan beberapa peserta tanda setuju akan pemikiran beliau. Setelah itu, para Kepala Sekolah dan Guru Pendamping keluar ke lapangan untuk melakukan pengamatan kondisi tempat cuci tangan bersama ini akan dilakukan bersama dengan seluruh siswa yang ada.

Direktur Rumah Senyum Sehat, Zhuchri Kasman pun menyampaikan harapan agar sekolah yang memiliki Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk dibawa serta dalam 12 orang yang mewakili sekolah di momen cuci tangan bersama tersebut.

“Bawa ki minimal 1-2 orang anak ATS/APS di sekolah ta’ untuk turut hadir jika ada”, tandasnya.

Di akhir rapat teknis, seluruh komando berkaitan dengan teknis akan diserahkan ke SD Negeri sekompleks di Mangkura untuk mengeksekusinya seperti titah dari Kepala Dinas Pendidikan saat rapat di ruangan beliau pada Jumat pekan lalu.

Di akhir semua peserta rapat akhirnya foto bersama.

You cannot copy content of this page