Policy Brief: Pengembangan Model Perawatan Diabetes Mellitus (DM) Melalui Metode Home Care Berbasis Aplikasi Terhadap Kualitas Hidup Pasien

Nur Syamsi Norma Lalla (Mahasiswa Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar 2023)

PENDAHULUAN

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelainan metabolisme kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh menggunakan hormon insulin secara efektif untuk mengatur kadar gula darah, sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia) (Puspita et al., 2020).

Prevalensi penderita penyakit Diabetes Mellitus (DM) pada tahun 2021 pada urutan pertama yaitu China sebanyak 140,9 juta, India sebanyak 74,2 juta, Pakistan sebanyak 33 juta , AS sebanyak 32,2 juta, Indonesia sebanyak 19,5 juta, Brazil sebanyak 15,7 juta, Meksiko sebanyak 14,1 juta, Bangladesh sebanyak 13,1 juta Jepang sebanyak 11 juta dan Mesir sebanyak 10,9 juta. Indonesia berada pada peringkat 5 dunia (Federation, 2022).

Berdasarkan Survei Global Diabetes Industry Overview (2023) menyebutkan bahwa sekitar 40 persen dari jumlah total penyandang diabetes di dunia tak terdiagnosis. Kebanyakan orang yang tak terdiagnosis diabetes tinggal di Afrika (60 persen), Asia Tenggara (57 persen) dan wilayah Pasifik Barat (56 persen).

Menurut data International Diabetes Federation (IDF), 537 juta orang dewasa di seluruh dunia, atau 1 dari 10 orang, hidup dengan diabetes dan diabetes menyebabkan 6,7 juta kematian. Artinya, satu orang meninggal setiap detiknya (International Diabetes Federation, 2021). Penyakit ini menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung. Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dari 10,7 juta pada tahun 2019 menjadi 18 juta pada tahun 2020 kemudian pada tahun 2021 menjadi 19,5 juta (Federation, 2022).

Diabetes Mellitus merupakan epidemi internasional dan menjadi penyebab utama rawat inap di berbagai negara. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan adanya layanan kesehatan yang lebih efektif yaitu layanan home care. Hal ini penting untuk mencegah rawat inap yang dapat dihindari dan membantu pasien menjalani kualitas hidup yang baik.

Permasalahan ini telah memperburuk kebutuhan akan desentralisasi layanan kesehatan yang mengarah pada peralihan dari perawatan di rumah sakit ke perawatan di rumah (Home Care), dengan mengurangi biaya rawat inap. Karena alasan inilah, Home Care menjadi alternatif yang baik untuk memberikan kesehatan (Russo et al., 2015).

Program Home Care secara internasional adalah merawat klien lanjut usia dengan kebutuhan layanan kesehatan dan sosial yang semakin kompleks (Canadian Institute for Health Information, 2018; Martinsen dkk., 2018).

Di Kanada home care mencakup layanan akut, rehabilitasi, dukungan jangka panjang, dan layanan akhir kehidupan yang diberikan di rumah dan komunitas (Better Home Care in Canada Partners, 2016). Home care merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang sangat sederhana, yaitu kunjungan Dokter kepada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan dirumah atau karena kondisi pasien sudah tua atau lemah yang tidak mampu berjalan, atau karena pasca operasi, tidak memiliki biaya untuk membayar dokter di rumah sakit atau yang tidak memiliki akses kepada pelayanan kesehatan karena strata sosial yang dimilikinya (Pratiwi, 2020).

PENELITIAN TERDAHULU

Berbagai faktor yang mempengaruhi kualitas hidup dari pasien DM seperti faktor usia, komplikasi dan tindakan penanganan penyakit tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nisa et al., n.d.) terkait kualitas hidup penderita DM dan faktor yang mempengaruhi mengatakan bahwa faktor usia, status pernikahan, Penyakit
penyerta, dan durasi menderita DM berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pada penderita DM. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kualitas hidup adalah penyakit penyerta.

Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh (Cho, 2021), beliau melakukan penelitian yang hampir serupa mengenai Apa yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Penderita Diabetes Tipe 1 dan menemukan bahwa kadar glukosa darah pada hipoglikemia, adanya komplikasi, kemanjuran untuk manajemen diabetes sendiri, dan penerimaan serta tindakan terhadap penyakit.

DM merupakan epidemi internasional dan menjadi penyebab utama rawat inap diperlukan adanya layanan kesehatan yang lebih efektif. Hal ini penting untuk mencegah rawat inap yang dapat dihindari dan membantu pasien menjalani kualitas hidup yang baik. Permasalahan ini telah memperburuk kebutuhan akan desentralisasi layanan kesehatan yang
mengarah pada peralihan dari perawatan di rumah sakit ke perawatan di rumah (Home Care), dengan mengurangi biaya rawat inap.

Karena alasan inilah, Home Care menjadi alternatif yang baik untuk memberikan kesehatan (Russo et al., 2015). Hal ini didukung oleh (Wang et al., 2017), bahwa diperlukan adanya pengembangan metode yang hemat biaya dan efektif untuk pengobatan dan manajemen penyakit DM secara mandiri. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi biaya perawatan kesehatan yang terkait dengan DM sekaligus meningkatkan kualitas perawatan pasien dan pengembangan kualitas hidup sangat dibutuhkan.

Pada pelaksanaan layanan home care diperlukan adanya pedoman layanan home care atau model layanan home care yang dapat dibedakan berdasarkan tiga domain inti yaitu tingkat perawatan yang berpusat pada pasien. (Eenoo et al., 2018) melakukan peneliitian terkait model layanan home care bahwa terdapat enam model layanan home care yang dapat dibedakan berdasarkan tiga domain inti yaitu tingkat perawatan yang berpusat pada pasien, ketersediaan tenaga profesional perawatan khusus, dan tingkat pemantauan kinerja perawatan.

Terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh pasien dan profesional dalam pelayanan home care termasuk isolasi sosial, kurangnya dukungan, masalah mobilitas, dan sumber daya yang terbatas. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Northwood et al., 2021) di Kanada terkait tantangan yang dihadapi oleh tenaga kesehatan dalam memberikan layanan home care pada pasien.

Menurut (Lynn, 2022), dari hasil penelitiannya memberikan solusi yang mungkin untuk tantangan ini yaitu dengan meningkatkan komunikasi di antara anggota tim, memanfaatkan teknologi bantu, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan. Selain itu, yang menjadi pertimbangan menurut penelitian yang dilakukan oleh (Shahriari, 2023) bahwa dalam meningkatkan kualitas layanan home care, akulturasi dan cakupan asuransi layanan, pemberdayaan sumber daya manusia, peningkatan pemantauan kinerja pusat home care, revisi peraturan, dan penggunaan teknologi modern dalam menyediakan layanan home care.

KEBIJAKAAN SAAT INI DAN RENCANA PENGEMBANGAN

BACA JUGA:  Penerimaan Peserta Didik Baru SDI Perumnas Antang III

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memberikan layanan yang berkualitas seperti layanan home care. Asosiasi perawat Amerika (1999) telah menetapkan lingkungan dan standar Home Health Nursing yang meliputi standar asuhan keperawatan dan standar kinerja professional (Allender & Spradley, 2001).
Unit home care merupakan bagian dari institusi pelayanan pemerintah dan swasta yang memiliki landasan hukum, diantaranya;

1. UU Kes.No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.
2. PP No. 25 tahun 2000 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah.
3. UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.
4. UU No. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran.
5. Kepmenkes No. 1239 tahun 2001 tentang registrasi dan praktik perawat.
6. Kepmenkes No. 279 tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan Perkesmas.
7. Permenkes No. 920 tahun 1986 tentang pelayan medik swasta
8. Permenkes RI No. HK.02.02/MENKES/148/2010 tentang Izin dan Penyelengaraan praktik perawat
9. SK Dirjen YAN MED NO HK.00.06.5.1.311 terdapat 23 tindakan keperawatan mandiri yang bisa dilakukan oleh perawat home care

Kebijakan saat ini dan rencana pengembangan terkait layanan home care pada pasien Diabetes Mellitus (DM) mencakup beberapa aspek yang ditujukan untuk meningkatkan manajemen kondisi mereka di lingkungan rumah:

1. Integrasi Teknologi Kesehatan:
Kebijakan saat ini cenderung mendorong integrasi teknologi kesehatan dalam layanan home care untuk memantau pasien DM di rumah, seperti penggunaan telemedisin, monitoring pasien secara digital, dan aplikasi kesehatan untuk pemantauan kondisi pasien. Rencana pengembangan selanjutnya mungkin termasuk pengembangan
platform teknologi yang lebih canggih, termasuk sistem kecerdasan buatan dan penggunaan data analitik untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

2. Pembiayaan dan Asuransi:
Negara-negara sedang meninjau sistem pembiayaan dan asuransi kesehatan untuk memastikan layanan home care lebih terjangkau bagi masyarakat. Rencana pengembangan mungkin mencakup perluasan cakupan asuransi untuk layanan home care, pembentukan skema pembiayaan yang lebih fleksibel, dan subsidi untuk kelompok rentan.

3. Peningkatan Aksesibilitas:
Kebijakan saat ini dan rencana pengembangan selanjutnya bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan home care bagi semua lapisan masyarakat. Ini mungkin melibatkan pembentukan jaringan layanan home care yang lebih luas, termasuk penguatan kerjasama antara rumah sakit, puskesmas, praktisi mandiri, dan lembaga kesehatan lainnya.

4. Pendidikan dan Pelatihan:
Kebijakan saat ini mungkin fokus pada peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi para profesional kesehatan yang terlibat dalam layanan home care, seperti perawat, dokter, terapis, dan tenaga medis lainnya dalam manajemen DM. Rencana pengembangan dapat meliputi pengembangan kurikulum khusus dan program pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam merawat pasien DM di rumah

5. Penyusunan Regulasi yang Ketat:
Kebijakan saat ini dan rencana pengembangan mungkin melibatkan penyusunan regulasi yang ketat untuk memastikan standar keselamatan, kualitas, dan etika dalam layanan home care. Ini termasuk persyaratan lisensi dan sertifikasi bagi penyedia layanan, regulasi terkait privasi dan keamanan data pasien, serta standar praktek klinis yang jelas.

6. Kolaborasi Antar Sektor:
Kebijakan saat ini mungkin mendorong kolaborasi antara sektor kesehatan dan sektor lainnya, seperti sektor teknologi, industri, dan pendidikan, untuk meningkatkan layanan home care secara holistik utamanya bagi pasien DM. Rencana pengembangan mungkin meliputi pengembangan kemitraan strategis, insentif bagi inovasi lintas sektor, dan
promosi integrasi solusi teknologi dalam layanan home care serta program pendidikan masyarakat tentang manajemen DM.

Secara keseluruhan, kebijakan saat ini dan rencana pengembangan terkait layanan home care bertujuan untuk meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan efisiensi layanan, serta memastikan bahwa pasien mendapatkan perawatan yang aman, tepat waktu, dan terkoordinasi dengan baik di lingkungan rumah mereka.

Khusus untuk pasien DM, bahwa dengan mengintegrasikan manajemen DM dalam layanan home care dan menggunakan teknologi untuk pemantauan pasien, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi risiko komplikasi bagi pasien DM. Kolaborasi antar sektor dan pembiayaan yang terjangkau juga diharapkan dapat memperluas aksesibilitas layanan home care bagi pasien DM di berbagai tingkat sosial ekonomi.

REKOMENDASI KEBIJAKAN:

1. Pemerintah dan lembaga kesehatan harus mendukung pengembangan dan implementasi model home care untuk pasien DM, termasuk memberikan insentif bagi layanan yang disediakan melalui teknologi.

2. Mendorong pengembangan aplikasi perawatan DM yang mudah digunakan, yang dapat membantu pasien dalam memantau kadar gula darah, mengelola diet, mengatur jadwal perawatan, dan berkomunikasi dengan tim perawatan kesehatan.

3. Mengembangkan program pendidikan dan pelatihan yang luas untuk penyedia layanan home care, termasuk perawat, dokter, ahli gizi, dan tenaga medis lainnya, yang fokus pada manajemen DM di lingkungan rumah termasuk penggunaan teknologi dan komunikasi efektif dengan pasien melalui platform aplikasi.

4. Membangun kemitraan antara sektor kesehatan, sektor teknologi, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan layanan home care bagi pasien DM

5. Memastikan aksesibilitas yang adil terhadap aplikasi perawatan DM dan layanan home care bagi semua pasien, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil atau dengan kebutuhan khusus

6. Menyediakan standar pembiayaan yang terjangkau, termasuk asuransi kesehatan yang mencakup layanan home care dan subsidi untuk pasien yang membutuhkan.

7. Menetapkan regulasi yang jelas dan ketat terkait standar layanan, privasi data, dan keamanan pasien dalam konteks layanan home care untuk pasien DM.

8. Melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap implementasi kebijakan layanan home care bagi pasien DM yang dikembangkan. Dengan mengimplementasikan rekomendasi kebijakan ini, diharapkan dapat meningkatkan manajemen DM di rumah, mengurangi komplikasi yang terkait, dan meningkatkan kualitas hidup bagi pasien DM secara keseluruhan.

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 78 times, 1 visits today)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You cannot copy content of this page