Penilaian Tim CSS LPPD Kemendagri di SDI Ung. BTN Pemda

Saat menyambut kedatangan tim CSS

reportasependidikan.com – Tim Common Sense Survey (CSS) LPPD Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) melakukan penilaian di SD Inpres Unggulan BTN Pemda kecamatan Rappocini, kamis (14/2).

SD Inpres Unggulan BTN Pemda menjadi salahsatu titik penilaian untuk usulan kota Makassar meraih penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha.

Kedatangan tim CSS didampingi Sekretaris kota Makassar disambut warga SD Inpres Unggulan BTN Pemda yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan kota Makassar, Rahman Bando.

Hebatnya, yang memaparkan presentase program sekolah dan program pemerintah kota Makassar terkait pendidikan (18 revolusi pendidikan) itu seorang siswa. Siswa itu bernama, Livia Shakila Riamty.

Livia yang sekarang ini duduk di bangku Kelas 6 dengan lugas memaparkan semua program yang berjalan di sekolahnya di hadapan tim CSS.

Livia saat presentase program sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Rahman Bando dihadapan tim CSS juga memaparkan berbagai program pemerintah kota Makassar, salahsatunya pengadaan Bis Pasikola untuk anak-anak sekolah.

Selain itu, Rahman Bando pun mengatakan, semua sekolah di Makassar itu wajib adiwiyata, serta mewajibkan juga setiap guru menanam 1 pohon setiap tahunnya sebagai bentuk kepedulian lingkungan.

Baca juga:  Warga Kompleks SDN Mangkura Ikut Berkabung Atas Wafatnya Presiden ke-3 RI

Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kemendagri, Drajat Wisnu Setyawan selaku ketua tim CSS memberi apresiasi untuk pencapaian kota Makassar dalam 3 tahun terakhir ini.

Menurutnya, kota Makassar yang masuk 10 besar di Indonesia dan telah meraih 3 kali penghargaan dalam kurun 3 tahun sangat pantas diganjar penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha.

Untuk itu, Drajat berharap usulan kota Makassar untuk meraih penghargaan tertinggi di Indonesia ini dapat terealisasi.

Usai penilaian, Dr. Hj. Agusniati, M.Pd selaku kepala SD Inpres Unggulan BTN Pemda berharap dapat berkontribusi untuk penghargaan yang akan dicapai oleh kota Makassar ini.

Menurutnya, penunjukan sekolahnya sebagai salahsatu titik penilaian adalah tantangan dan tanggungjawab yang harus dijalankan dalam mendukung kota Makassar meraih Parasamya Purna Karya Nugraha.

You cannot copy content of this page