
reportasependidikan.com — Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus I kecamatan Makassar menggelar kegiatan Deep Learning yang Kontekstual dan Berdampak, rabu 6 agustus 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula Penerbit Erlangga, jalan Letjen Hertasning Makassar ini diikuti 84 guru kelas dari 7 sekolah yang ada di Gugus I kecamatan Makassar.
Ke 7 sekolah tersebut yaitu; SDN Bawakaraeng 1, SDN Bawakaraeng II, SDN Bawakaraeng III, SD Inpres Bawakaraeng, SDN Lariang Bangi, Metro School dan SD Muhamadiyah 3.
Ibu yusvita, S.Pd., M.Pd., Gr selaku ketua gugus 1 menyampaikan rasa terimakasih kepada Dinas Pendidikan Kota Makassar karena mendukung program kerja kami dengan intervensi kebijakan dimana sekolah dapat menganggarkan melalui dana BOS reguler untuk kegiatan peningkatan kapasitas guru.
Begitu juga dengan para peserta yang hadir sampai selesainya kegiatan hari ini yang akan di follow up hasil akhirnya setiap akhir pekan/hari belajar guru, dimana guru harus membuat langsung rencana pembelajaran yang akan menjadi inspirasi bagiguru2-guru lain di seluruh Indonesia.

Sesi pertama kegiatan ini Dibuka oleh ibu kurniati S.STP Kabid SD mewakili Dinas Pendidikan kota Makassar menyampaikan pentingnya guru memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik sehingga deep learning di praktekkan di sekolah terutama kerangka deep learning yaitu praktik pedagogi, lingkungan belajar, kemitraan dan pemanfaatan tehnologi.
Sementara Dr, Alphian Sahruddin yang tampil sebagai pemateri di awal paparannya didahului dengan membangun growth mindset para guru agar berani berubah dan berdampak bagi lingkungan tempat mengajar, kemudian dilanjutkan dengan materi pembuatan rencana pembelajaran, rencana praktik kokurikuler di satuan pendidian.
Pelaksanaan kegiatan nampak berjalan seru dan peserta antusias karena pengurus KKG pada sesi setelah break langsung mempraktikan senam 7 kebiasaan anak Indonesia hebat yang menurut ibu Kabid SD harus senantiasa disosialisasikan kepada peserta didik kita.