reportasependidikan.com – PARA sahabat menjalani kehidupan yang sangat sulit saat periode awal di Madinah. Madinah adalah tempat yang sangat sulit untuk ditinggali. Sumber penghasilan utama orang-orang di sana berasal dari pohon kurma. Kurma hanya panen sekali untuk satu musim, setelah habis, Anda akan menjalani kehidupan yang sangat sulit di tengah padang pasir selama sisa enam bulan ini.
Suatu saat, Umar bin Al-khattab sedang berjalan di jalanan dan dia melihat Nabi duduk. Pada siang hari di musim panas, tidak ada yang berjalan di luar. Jadi dia bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, apa yang kamu Anda di sini?”
Nabi tahu bahwa Umar berada di luar untuk satu alasan, karena tidak ada makanan di rumahnya. Jadi Nabi menjawab, “Alasan yang sama denganmu!”
Umar kemudian duduk di samping Nabi. Saat itu, mereka melihat Abu Bakar berjalan juga. Maka ketiganya duduk di sana hanya berbincang-bincang saja. Ketika Abul Haytam baru saja pulang dari bekerja, dan melihat mereka di tempat itu, sontak ia bertanya, “Wahai Nabi Allah, apa yang sedang Anda lakukan di sini?”
Umar menjawab, “Kami tidak punya apa-apa untuk dimakan jadi kami duduk di sini pada dasarnya hanya berbincang saja.”
Mendengar ini, Abul Haytam mengatakan, “Tidak, ini tidak mungkin. Tiga orang terbaik di antara kami menderita kelaparan.”
Abul Haytam ingat dia masih punya seekor kambing di rumahnya, jadi dia meminta mereka untuk datang ke rumahnya. Dia bergegas pulang dan menyembelih kambing itu dan menyiapkan makanan bersama istrinya. Kemudian, Nabi, Abu Bakar dan Umar datang dan mereka disajikan daging dan roti—yang merupakan makanan paling mewah pada saat itu dan bahkan hari ini juga.
Lalu apa tanggapan Nabi setelah makan ini? Dia mengingatkan Abu Bakr dan Umar bahwa mereka meninggalkan rumah mereka dengan keadaan sangat lapar dan Allah memberi mereka makanan ini.
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu, tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” – (QS.102:8)
Subhanallah, kita makan enak tiga kali sehari dan kita bahkan tidak memikirkan berkah Allah. Sementara Nabi sangat sadar bahwa kita akan ditanya tentang berkah yang ini. Pelajaran di sini adalah bahwa kita harus selalu bersyukur kepada Allah atas semua berkah yang telah diberikanNya kepada kita dan pada saat yang sama memperhatikan bagaimana kita memanfaatkan anugerah itu. []
SUMBER: JALANSIRAH
MAKASSAR - Kejuaraan Daerah INKANAS Piala Kapolda dan Series II Dansat Brimob Polda Sulawesi Selatan resmi digelar di JK Arenatorium…
REPORTASE PENDIDIKAN - Juli Astutik, S.Pd, M.Pd selaku kepala UPT SPF SD Negeri Rappocini Makassar memprakarsai Pembuatan tempat sampah botol dan gelas…
REPORTASE PENDIDIKAN - Dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, UPT SPF SD Negeri Daya II kecamaran Biringkanaya kota Makassar melakukan peluncuran program…
MAKASSAR – Semangat kebersamaan guru di wilayah Bawakaraeng kembali menguat. Musyawarah Ranting Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI Bawakaraeng sukses digelar…
REPORTASE PENDIDIKAN - Toilet sekolah merupakan salah satu sarana yang sangat penting dan vital di sekolah. idealnya, jumlah toilet yang tersedia…
REPORTASE PENDIDIKAN - Tahun ajaran baru 2026/2027 baru saja dimulai. Para siswa kembali ke sekolah dan memulai kembali pembelajarannya di dalam…
This website uses cookies.