"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Islam

Kisah Jubah Baru Nabi

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.com – Nabi Muhammad SAW, dalam sebagian besar perjalanan hidupnya, bukan orang kaya. Beliau tidak tinggal di rumah besar. Beliau tidak memiliki lemari pakaian yang mengilap.

Bahkan, beberapa potongan bajunya dipakai di baju yang lain untuk menutupi sobek yang telah muncul.

Seorang wanita yang baik memutuskan untuk menjahitkan sebuah jubah baru yang indah untuk Nabi.

Beliau sangat senang dan berkata “Alhamdulillah.” Beliau langsung memakainya karena sangat membutuhkannya. Semua pakaian lainnya sudah cukup tua atau hampir aus.

Suatu hari, seorang Sahabat melihat Nabi (saw) mengenakan jubah baru yang indah itu. Sahabat tersebut berkomentar dengan gembira, “Subhanallah. Menakjubkan. Betapa jubah indah yang kaupunya, wahai Nabi. Seandainya kau memberikannya kepadaku.”

Nabi (s.a.w) tersenyum, melepaskan jubahnya dan memberikannya kepada sahabah tersebut sebagai hadiah. Beliau (s.a.w.) lalu pulang.

Kemudian, sahabat lain yang melihat atau mendengar tentang apa yang terjadi mulai mengejek sahabat tersebut. “Tidakkah kamu takut kepada Allah? Tidak bisakah kamu melihat bahwa Nabi (saw) sangat membutuhkan jubah baru itu? Mengapa kamu meminta jubahnya? Kau tahu Beliau sangat sangat murah hati. Beliau tidak akan menolak siapapun yang meminta apapun yang Beliau miliki. Beliau selalu senang membuat kita bahagia. ”

Begitulah karakter Nabi (s.a.w). Beliau adalah pria tanpa pamrih, baik hati, perhatian, baik, dermawan, bijaksana. Beliau selalu memikirkan orang lain. Jika seseorang sepertinya membutuhkan sesuatu yang lebih daripada beliau, beliau akan, dalam sekejap, memberikan barangnya pada orang itu. Bahkan jika Beliau baru saja mendapatkan barang itu sebagai hadiah.

“Demi Allah, aku tidak meminta jubah ini agar aku bisa memakainya. Aku meminta jubah ini karena aku ingin dibungkus di dalamnya,” kata sahabat tersebut.

Benar saja, sahabat tersebut meninggal tak lama setelah kejadian tersebut. Para sahabat memandikannya dan menguburnya, menyelimutinya dengan jubah yang dulu dimiliki oleh Nabi tercintanya. []

Sumber: Fashion & Selfishness – Sheikh Assim Al Hakeem”

Recent Posts

Dua Siswa SDN Kompleks IKIP I Raih Juara O2SN Tingkat Kecamatan Rappocini

MAKASSAR—– Dua siswa SD Negeri Kompleks IKIP I Kecamatan Makassar sukses meraih Juara  dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026,…

4 hari ago

BPBD Kota Makassar Sosialisasikan Inovasi SALAMA di SDI Toddopuli I

REPORTASE PENDIDIKAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Makassar melakukan sosialisasi dan edukasi cara menghadapi bencana melalui program Sahabat Anak…

4 hari ago

Pramuka SDI Kassi-Kassi I Ikuti Simulasi Lomba Gabungan

REPORTASE PENDIDIKAN – Tiga satuan pramuka mengadakan  simulasi lomba gabungan yang dilaksanakan di halaman UPT SPF SMPN Negeri 33 Makassar,…

5 hari ago

Siswa SDI Mallengkeri Bertingkat Buat Pupuk Takakura

REPORTASE PENDIDIKAN – Siswa UPT SPF SD Inpres Bertingkat Mallengkeri Makassar melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan sampah organik melalui kegiatan…

1 minggu ago

LCM Rajawali Bawa Rombongan K3S Kec. Ujung Pandang Berwisata di Tana Toraja

REPORTASE PENDIDIKAN - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Ujung Pandang kota Makassar bersama Lembaga Citra Muda (LCM) Rajawali melakukan kunjungan…

1 minggu ago

Kemenham Sulsel Pantau Penyaluran MBG di SDI Jongaya

REPORTASE PENDIDIKAN - Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan (Kemenham Sulsel) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi penyaluran Program Makan Bergizi Gratis…

2 minggu ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.