Keluarga Besar YSM Tour Religius ke Makam Para Wali di Kab. Sidrap dan Wajo

MAKASSAR — Pusat Lembaga Ilmu & Dakwah Shirathaal Mustaqiim Makassar melaksanakan ziarah ke makam para wali dan ulama di dua tempat, yaitu Sereang Kabupaten Sidrap dan Tosora kabupaten Wajo.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari  Sabtu, 06 Juli 2024 ini dihadiri oleh Seluruh keluarga besar YSM serta terbuka untuk umum bagi Masyarakat kota Makassar dan sekitarnya .

Ziarah makam wali dan ulama ini merupakan salah satu program Pusat Lembaga Ilmu & Dakwah Shirathaal Mustaqiim Makassar .

Kegiatan ini akan memimpin doa untuk para wali dan ulama yakni Habibana Hamid bin Muhammad Al Hamud (Pimpinan Pusat Lembaga Ilmu & Dakwah Shirathaal Mustaqiim Makassar).

Lokasi Pertama yang dituju ialah ke Makam Al Habib Abubakar bin Muhsin Al Hamid yang dilahirkan di kota lnat dan dibesarkan di kota Damun, Hadramaut – Yaman.

Beliau belajar dan menggali ilmu agama dari sejak kecil dengan orang tuanya yaitu Al Habib Muhsin Al hamid serta para habaib dan masyaikh di zamannya.

Al Habib Abubakar bin Muhsin Al Hamid Anak Tertua Dari Habib Muhsin bin Ahmad Alhamid Tiga bersaudara Adapun Adiknya Bernama Al Habib Ahmad Bin Muhsin Al Hamid di Singapura & Al Habib Muhammad bin Muhsin Al Hamid Palembang.

Habib Abubakar Alhamid mempunyai Anak Dua Puluh Satu. Laki-laki 7 orang dan anak perempuan 14 orang.

Salahsatu diantara anak laki”nya Adalah Habib Muhammad Bin Abubakar Alhamid Adalah Abuya Dari Habib Hamid Bin Muhammad Bin Abubakar Alhamid .

Lokasi ke dua yaitu ke Makam adalah Makam Syaikh Al-Habib Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini yang terletak di Tosora, Kabupaten Wajo, yang merupakan kakek dari para wali songo yang terkenal seantero Jawa.

Habib Hamid Bin Muhammad Al Hamid yang lebih dikenal sapaan akrabnya beliau Habibna Makassar menyampaikan bahwa Syaikh Al-Habib Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. Dan seorang ulama Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad As-Seqqaf pernah mengatakan bahwa Keturunan-keturunan nabi diibaratkan seperti butiran-butiran tasbiha.

BACA JUGA:  SDI Kaluku Bodoa Beri Bantuan Korban Kebakaran di Daya

Artinya, ketika butiran yang bawah digerakkan, maka butiran yang atas ikut bergerak, begitu pun sebaliknya. Dan butiran yang paling tinggi adalah Nabi Muhammad SAW. Maksudnya adalah, ketika kita menziarahi keturunan Nabi, memperhatikan, mendoakan, dan bersambung dengan keturunan-keturunan Nabi, maka secara tidak langsung kita juga akan bersambung dengan Nabi Muhammad SAW .

Pelaksanaan ziarah makam para wali dan ulama ini menjadi sarana untuk senantiasa mengingat akan perjuangan dan pengorbanan para wali untuk menyebarkan Agama Islam dan juga senantiasa untuk mendapatkan keberkahan dari para wali Allah.

Menurut Habibna Makassar, dirinya mengatakan bahwa dalam suatu kitab menjelaskan tentang keberkahan yang diperoleh dalam menziarahi makam orang-orang yang shaleh yang terdiri dari dua : yakni keberkahan yang rendah dan keberkahan yang tinggi.

Keberkahan yang rendah yakni dosa-dosa kita akan diampuni sebagaimana orang yang kita ziarahi akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT .

Keberkahan yang tinggi yakni selain dosa-dosa kita diampuni, sifat-sifat kebaikan yang beliau miliki akan membekas dan menular kepada kita .

“Semoga kita jauh-jauh dari Kota Makassar, tidak sia-sia. Kita pulang dalam keadaan maghfur diampuni dosa-dosa kita oleh Allah SWT., dan dikabulkan hajat kita. Dan sedikit sifat-sifat para wali dan ulama semoga bisa masuk ke dalam diri kita. Dan pastinya mendapat keberkahan dari para syeikh dan ulama yang akan kita ziarahi dan yang telah kita ziarahi”, tutup Habibna Makassar.

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 36 times, 1 visits today)

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You cannot copy content of this page