
reportasependidikan.com – Makassar Siap Sekolah (Massikola) yang dibentuk oleh dr. Udin Shaputra Malik terus mencoba membantu setiap anak yang berada di wilayah Makassar untuk dapat terus bersekolah.
Baik Anak Putus Sekolah (APS) maupun Anak Tidak Sekolah (ATS) yang memiliki keinginan untuk kembali bersekolah.
Setelah pertemuan Kepala Sekolah sekecamatan Tamalanrea yang diundang oleh Camat Tamalanrea, Bapak Andi Salman Baso, SKM., M.Kes., pada 14 September 2022 bertemu dengan tim Massikola, Zhuchri Kasman mengenai penanggulangan APS.
Sekitar sebulan kemudian, di pertengahan Oktober Kepala SDN Tamalanrea, Hj. Darmawaty, S.Pd.I., M.Pd.I., menerima satu anak yang tidak pernah bersekolah.
Anak ini tersebut tinggal bersama dengan neneknya di bagian belakang dari Kampus Cokroaminoto di jalan Tamalanrea.
Tak berselang lama setelah 2 pekan pun akhirnya neneknya membawa dua lagi cucunya yang tidak bersekolah yang bahkan ada yang telah berusia kelas 4 SD dan satunya masih berusia 7 tahun.

Kepala UPT SPF SDN Tamalanrea pun mengajak tim Massikola, Zhuchri Kasman untuk bertemu dengan nenek dan ketiga cucunya.
Janjian bertemu di sekolah ditentukan pada Selasa, 15 November 2022.
Tim Massikola yang sudah bertemu dengan nenek pun meminta agar persyaratan untuk membuat Akta Kelahiran dan NIK demi keperluan untuk memasukkan cucunya ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Perlengkapan sekolah dari seragam hingga ke sepatu pun akan dicoba untuk dicarikan oleh pihak Massikola ke Lembaga Zakat yang cukup banyak di Makassar. Sehingga kolaborasi pun bisa menjadi landasan di dalam menyelesaikan setiap persoalan yang ada, termasuk dalam persoalan pendidikan.
“Sekolah akan terus berupaya membantu anak-anak di Makassar agar kembali bisa masuk ke dunia pendidikan, karena itu adalah amanah kami dalam membantu program Pemerintah”, pungkas Kepala UPT SPF SDN Tamalanrea, Hj. Darmawaty, S.Pd.I., M.Pd.I.
Zhuchri Kasman yang mewakili founder Massikola, dr Udin Shaputra Malik menyampaikan pesan beliau kepada pihak sekolah dan keluarga anak putus sekolah bahwa, “Massikola akan terus berusaha membantu seoptimal mungkin agar anak-anak yang ingin bersekolah untuk terus bisa merasakan pendidikan yang disediakan untuk mereka oleh Pemerintah. Kita harus saling peduli, agar masa depan bisa mereka jalani dengan kemudahan akses”.

Di akhir pertemuan, disepakati agar dua cucu dari nenek untuk masuk sekolah dulu tanpa harus memikirkan seragam sekolah, hingga lembaga kemanusiaan sudah didapatkan untuk membantu kelengkapan seragam mereka dan Akta Kelahiran sudah terbit dari Dukcapil Makassar.
Dan Kepala Sekolah pun menyetujui untuk membiarkan cucu dari nenek tersebut bisa belajar dengan pakaian bebas untuk saat ini.