
reportasependidikan.com – Sosialisasi dan pelatihan Pendidikan Inklusif digelar di SDN Unggulan Mongisidi I kecamatan Makassar, selasa (21/8).
Kegiatan yang menghadirkan pemateri dari Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (DPKLK) Kementerian Pendidikan ini diikuti 7 sekolah imbas dari SDN Unggulan Mongisidi I.
Ketujuh sekolah imbas itu, SDN Mongisidi II, SDN Mongisidi III, SDI Mongisidi, SDN Mangkura II, SDN Mangkura V, SDN Kompleks Sambung Jawa, dan SMK Negeri 8 Makassar.

Hadir dalam kegiatan ini, Pelaksana Harian (Plh) Dinas Pendidikan Kota Makassar (Ahmad Hidayat, S.Pd, M.Pd) dan Kepala Dinas Pendidikan Prov. Sulawesi Selatan (Imran Yasin Limpo) yang membuka kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Irman Yasin Limpo yang lebih akrab disapa None ini mengatakan, sekolah dan pendidikan itu intinya untuk memanusiakan manusia. Bagaimana dia berkontribusi kepada orang lain, dan bagaimana dia memberi inspirasi pada orang lain. Begitu pun sebaliknya. Itulah intinya pendidikan.
None juga menekankan agar dalam mendidik itu lebih baik mendidik anak didik lebih beradab daripada lebih berilmu.

Sementara itu, Dra. Hj. Ajawati selaku kepala SDN Unggulan Mongisidi I mengatakan, kegiatan Pendidikan inklusif ini akan berlangsung selama 3 hari dengan menghadirkan pemateri dari pusat dan diikuti 7 sekolah imbas dari SDN Unggulan Mongisidi I.
Lanjutnya, tujuan dari kegiatan ini agar SDN Unggulan Mongisidi I yang dalam hal ini sebagai sekolah inti dapat lebih mensosialisasikan pendidikan inklusif ini kepada sekolah imbas. Begitu pun sekolah imbas yang mendapatkan pelatihan ini agar kiranya dapat melanjutkan ke sekolah lainnya sehingga pemahaman tentang pendidikan inklusif di kota Makassar dapat tersosialisasikan dengan baik.