reportasependidikan.com – SMP Negeri 24 Makassar menggelar pameran daur ulang dan pentas seni (pensi) dengan tema, melestarikan budaya tradisional bersama generasi milenial, kamis (28/3).
Pentas seni yang diawali dengan tarian 4 etnis ini juga merupakan ujian bagi siswa kelas 8 yang akan dinilai penampilannya di atas panggung.
Tamu undangan yang hadir pada kegiatan ini ada orangtua siswa, beberapa kepala sekolah, dan Kepala Dinas Pendidikan kota Makassar, Dr. Abd. Rahman Bando.
Dalam sambutannya, Rahman Bando mengapresiasi pelaksanaan pentas seni yang diadakan oleh SMP Negeri 24 Makassar. Menurutnya, pentas seni ini telah menunjukkan SMP Negeri 24 Makassar telah menjalankan salahsatu program Wali Kota Makassar yang tertuang dalam 18 Revolusi Pendidikan, yaitu: satu anak satu tari.
Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian kota Makassar ini juga menginginkan pentas seni siswa dapat ditampilkan pada tingkat provinsi. Hal ini dilakukan agar orang-orang diluar kota Makassar dapat mengenal dan mengetahui budaya serta talenta-talenta seni yang ada di kota Makassar.
Rahman Bando juga menyinggung agar jangan selalu memaksakan anak untuk mempunyai nilai akademik yang bagus. Karena bisa saja anak tersebut memiliki bakat dan kemampuan pada bidang lainnya. Dan setiap anak pun tentunya suatu saat akan mempunyai profesi yang berbeda. Ada menjadi budayawan, arsitek, ataupun profesi lainnya.
Sementara itu, Dra. Hj. Rosdiana selaku kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan pentas seni yang dilaksanakan pada hari ini adalah bukti nyata pengembangan seni budaya di SMP Negeri 24 Makassar sebagaimana yang diprogramkan oleh Walikota Makassar pada 18 Revolusi Pendidikan.
“Jadi, satu anak satu tari dan satu anak satu bakat telah berjalan di sekolah kami. Dan semua itu merupakan pendidikan ekstrakurikuler yang ada dan diminati di sekolah kami,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Hj. Rosdiana juga menyampaikan kepada Kadis Pendidikan bahwa akan ada beberapa guru dari mata pelajaran inti seperti matematika dan IPA akan memasuki masa purnabakti pada tahun ini dan tahun depan.
Untuk itu, Hj. Rosdiana berharap ketika ada pengangkatan guru PNS pada bidang mata pelajaran inti itu, SMP Negeri 24 Makassar bisa mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan kota Makassar. Karena jika tidak, terpaksa akan menggunakan jasa guru honorer yang gajinya akan dibebankan pada dana BOS.
Kepada reportasependidikan.com, Syamsidar, S.Pd selaku pembina seni budaya di SMP Negeri 24 Makassar mengatakan, pentas seni ini khusus bagi siswa kelas 8. Setiap kelas diwajibkan menampilan dua tari dan satu ansambel musik . Dan pentas seni ini merupakan ujian yang akan kami nilai melalui penampilannya di panggung.
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya I Makassar hari ini, Senin 20 April 2026, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA)…
REPORTASE PENDIDIKAN- UPT SPF SD Inpres Mellengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar membentuk komunitas orang tua siswa dengan nama SITONGKA CERDAS. Komunitas…
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Perumnas IV kecamatan Rapoocini kota Makassar bersiap menuju Adiwiyata Nasional tahun 2026. Persiapan menuju…
REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…
REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…
REPORTASE PENDIDIKAN-- UPT SPF SD Inpres Layang Tua I kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar bimbingan teknik (bimtek) Calon Sekolah Adiwiyata Nasional sekaligus…
This website uses cookies.