reportasependidikan.com – Mandi bagaikan suatu kewajiban, mengingat berhubungan sekali dengan kesehatan. Dampak yang akan dihasilkan pun beragam, jika kita mandi dengan suhu yang berbeda. Dengan air panas atau air dingin.
Meski memang kita secara umumnya sering menggunakan air dingin untuk mandi. Bagaimana di balik mandi dengan air panas?
Kalau kita suka mandi air panas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya suhu air yang dipakai mandi. Menurut spesialis kulit, dr. Melissa Piliang, sebaiknya suhu air saat mandi tidak lebih tinggi dari 44 derajat Celsius. Cukup 5-10 menit saja.
Jika kita mandi dengan air panas sesuai anjuran yang telah disebutkan sebelumnya, kita akan merasakan beberapa manfaat seperti di bawah ini:
Apalagi jika mandi di bawah pancuran dengan tekanan air yang stabil. Berdiri di bawah pancuran selama lima menit bisa semakin memperlancar sirkulasi pada arteri dan pembuluh darah.
Sambil menikmati mandi air panas, kita bisa sambil menggerak-gerakkan leher, pundak, pinggang, atau bagian tubuh lain yang sedang terasa kaku. Kita juga boleh sambil memijat ringan tubuh, misalnya pada lengan atau kaki.
Kalau punya pancuran, berdirilah di bawahnya selama kira-kira 10 menit. Tekanan air dari pancuran berfungsi sebagai pemijat alami yang ampuh meredakan otot yang nyeri dan kaku.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di Inggris pada tahun 2002 menguak bahwa air panas bisa merangsang otak untuk memproduksi hormon oksitosin. Hormon ini bertanggung jawab untuk membuat kita merasa lebih senang dan positif.
Bagi yang sulit tidur karena insomnia atau memiliki gangguan tidur tertentu, silakan mencoba mandi air panas sebelum tidur. Kamu pun akan merasa lebih tenang dan tidur lebih berkualitas.
Mandi dengan suhu yang terlalu panas dalam waktu yang lama berisiko menimbulkan berbagai dampak berbahaya bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa risikonya:
Meskipun terasa menenangkan, mandi air panas bisa membuat kulit kering. Pasalnya, air panas bisa mengganggu kelenjar minyak di kulit. Akibatnya, permukaan kulit pun jadi pecah-pecah dan terasa gatal. Jika kita memiliki masalah kulit kering, sebaiknya hindari mandi air panas terlalu sering.
Keramas dengan air panas juga berisiko menyebabkan rambut kering. Rambut yang kering pun jadi mudah patah dan bercabang ujungnya. Sebaiknya, basuh rambut dengan air hangat atau suam-suam kuku. Setelah selesai keramas dengan air hangat, akhiri dengan air dingin. Trik ini bisa membuat rambut tampak lebih bercahaya.
Air panas bisa menurunkan tekanan darah. Jika tekanan darah drop secara mendadak, kamu mungkin merasa kepala berkunang-kunang dan penglihatan agak kabur. Hati-hati saat mandi air panas jika memang menderita hipotensi atau tekanan darah rendah. []
Sumber: Kompas
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya I Makassar hari ini, Senin 20 April 2026, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA)…
REPORTASE PENDIDIKAN- UPT SPF SD Inpres Mellengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar membentuk komunitas orang tua siswa dengan nama SITONGKA CERDAS. Komunitas…
REPORTASE PENDIDIKAN - UPT SPF SD Inpres Perumnas IV kecamatan Rapoocini kota Makassar bersiap menuju Adiwiyata Nasional tahun 2026. Persiapan menuju…
REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…
REPORTASE PENDIDIKAN - Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan softfile dan penggunaan aplikasi SIDIA dalam Forum Adiwiyata sekolah digelar di Aula SMK Telkom…
REPORTASE PENDIDIKAN-- UPT SPF SD Inpres Layang Tua I kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar bimbingan teknik (bimtek) Calon Sekolah Adiwiyata Nasional sekaligus…
This website uses cookies.