"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: Islam

Imam Al-Bukhari, Amirul Mukminin fil Hadits

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Foto: ar-Rahudha Seluma

reportasependidikan.com – Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari atau lebih dikenal Imam al-Bukhari (Lahir 196 H/810 M – Wafat 256 H/870 M).

Ia lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah adalah ahli hadits yang termasyhur di antara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam kitab-kitab Fiqih dan Hadits, hadits-haditsnya memiliki derajat yang tinggi.

Sebagian ulama menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Dalam proses ekspedisi haditsnya, tentunya melibatkan kecerdasan Imam al-Bukhari dalam hal hadits tersebut, terutama ke-dhabitan dan syaratnya menshahihkan suatu hadits menjadi berita hangat dunia. Berita tersebut sampai kepada para ulama, sehingga timbullah maksud dari para ulama tersebut untuk menguji imam al-Bukhari.

Panjang cerita, puluhan ulama mendatangi al-Bukhari dan berkumpul di suatu majelis untuk menguji al-Bukhari.

Para ulama mengujinya dengan cara mengacak-acak silsilah hadits, matan (isi) hadits, dan unsur hadits lainnya. Yang kemudian harus disebutkan kembali secara runtut dan benar oleh al-Bukhari.

Bukan hanya satuan hadits yang diujikan. Ketika ulama satu membaca silsilah suatu hadits, dilanjutkan oleh ulama hadits lain dengan matan yang lain, begitu sampai seterusnya.

Ketika proses pengujian dari puluhan ulama telah selesai, anehnya al-Bukhari tidak menjawab semua tantangan, yang ia katakan hanyalah “Tidak…”

Para ulama penguji pun kecewa, bahwa kabar angin yang sampai ke telinga mereka adalah kesalahan.

“Tunggu…” kata al-Bukhari, “maksudku adalah, ketidak benaran dari apa yang kalian sebutkan kepadaku,” karena hadits-hadits yang disebutkan kepadanya acak-acakan dalam semua unsurnya.

Selanjutnya ia-pun menyebutkan kembali semua hadits dengan tertib dan berurutan sesuai unsur-unsur hadits yang benar tanpa kesalahan sedkitpun.

Para ulama pun berdecak kagum, dan mengakui kehebatan al-Bukhari dalam hadits. []

Sumber: lostislamichistory

Recent Posts

Ujian Akhir Sekolah di SDI Nipa-Nipa Berjalan Lancar dan Tertib

REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Inpres Nipa-Nipa kecamatan Manggala kota Makassar menggelar ujian akhir sekolah (UAS), Senin 4 mei 2026.…

6 jam ago

Upacara Peringatan Hardiknas di SDI Kompleks Galangan Kapal

REPORTASE PENDIDIKAN -- Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 berlangsung hikmad dan lancar di Kompleks SDI Galangan Kapal kecamatan…

1 hari ago

SDN Rappocini Apresiasi Guru Berdedikasi dan Siswa Berprestasi pada Peringatan Hardiknas 2026

REPORTASE PENDIDIKAN – UPT SPF SD Negeri Rappocini Makassar menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di halaman sekolah,…

1 hari ago

Pemantauan dan Evaluasi Gerakan PBLHS ke-1 Tahun 2026 di SDI Mallengkeri I

REPORTASE PENDIDIKAN -- UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar melaksanakan pemantauan dan evaluasi Gerakan (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah)…

5 hari ago

SDN Tamamaung I Laksanakan Tes Kemampuan Akademik Gelombang 3

REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Negeri Tamamaung I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3. Kegiatan…

6 hari ago

SDI Kassi-Kassi Lakukan MoU dengan 2 Sekolah Binaan Adiwiyata

REPORTASE PENDIDIKAN – Dalam rangka menuju sekolah Adiwiyata Mandiri, UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi Makassar mengadakan Penandatanganan MoU (Kesepakatan Bersama) Adiwiyata…

6 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.