"data-auto-format="rspv" data-full-width>
Categories: HistoryIslam

Ibnu Haytham, Cendekiawan Islam Penemu Optik Kamera

"data-auto-format="rspv" data-full-width>
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

reportasependidikan.com – Dunia menjadi lebih berwarna karena andil karya-karya para fotografer dan sebagainya. Sulit terbayangkan, jika dunia tanpa fotografi dan pastinya alat foto tersebut–kamera. Islam lah yang berjasa dalam andil tersebut.

Gambar-gambar yang menghias berbagai tempat dan keaadan di muka bumi ini, mulai dari pendamping para jurnalis untuk beritanya, fotografer untuk pameran, seniman untuk karya seni, hingga cikal bakal karya 3 dimensi berawal dari jepretan kamera.

Namun, hal tersebut tidak mungkin ada jika tanpa kerja sang pelopor ilmuwan Muslim abad ke-11, Ibnu al-Haytham, yang mengembangkan bidang optik dan menggambarkan bagaimana kerja kamera pertama.

Mulanya ia bekerja di kota kekaisaran Kairo pada awal 1000-an, Ibn al-Haytham merupakan salah satu ilmuwan terbesar sepanjang masa.

Ketika ia ditahan oleh pihak kerajaan Bani Fatimiyah saat masa al-Hakim, ia memiliki waktu dan mengasah kemampuan untuk mempelajari karya-karya bagaimana cahaya. Dan Penelitiannya difokuskan pada bagaimana cara kerja kamera lubang jarum, yang menjadi cikal bakal kamera-kamera canggih masa kini.

Ibnu al-Haytham adalah ilmuwan pertama yang menyadari bahwa ketika sebuah lubang kecil dimasukkan ke sisi kotak yang tak tembus cahaya (lightproof), sinar cahaya dari luar yang diproyeksikan melalui lubang jarum ke dalam kotak dan ke dinding belakang itu. Dia menyadari bahwa semakin kecil lubang jarum (aperture), maka semakin tajam kualitas gambar.

Dari inspirasi tersebutlah, memberinya kemampuan untuk membangun kamera yang sangat akurat dan tajam saat mengambil foto.

Penemuan Ibn al-Haytham mengenai kamera dan bagaimana cara memproyeksikan dan menangkap gambar, menjadi cikal bakal perkembangan modern kamera dengan konsep yang sama. Tanpa penelitiannya tersebut, bisa dipastikan kamera-kamera modern dan hasil-hasil yang mewarnai dunia pun tak akan ada. Sepatutnya kita bangga kepada Islam dan insan cendekiawan di dalamnya. []

Sumber: Lostislamichistory

Recent Posts

Faber-Castell Gelar Lomba Mewarnai di SDI Kampus IKIP

REPORTASE PENDIDIKAN — Faber-Castell menggelar lomba mewarnai di UPT SPF SD Inpres Kampus IKIP kecamatan Rappocini kota Makassar. Kegiatan yang dilaksanakan…

36 menit ago

Forum Sekolah Adiwiyata Makassar Gelar Coaching Pengisian Softfile dan Aplikasi SIDIA

REPORTASE PENDIDIKAN - Forum Sekolah Adiwiyata kota Makassar menggelar Coaching pengisian softfile dan aplikasi  SIDIA bagi calon sekolah Adiwiyata Nasional dan…

6 jam ago

SDI CIlallang Gelar Pentas Seni Lepas Siswa kelas 6

REPORTASE PENDIDIKAN -  UPT  SPF SD Inpres Cilallang kecamatan Rappocini kota Makassar menggelar acara pentas seni dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas…

7 jam ago

SDI Tamalanrea 2 Sosialisasikan Inovasi Digital “STANDU MAKESSING” untuk Sekolah Bersih dan Berkarakter

REPORTASE PENDIDIKAN – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan sekolah, UPT SPF SD Inpres Tamalanrea 2 menggelar kegiatan Sosialisasi Inovasi STANDU…

1 hari ago

Siswa SDI Layang Tua II Kampanye Penghematan Air, Energi dan Pengelolan Sampah

REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa UPT SPF SD Inpres Layang Tua II kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar kampanye penghematan air dan energi serta…

6 hari ago

Penarikan Mahasiswa PPL Universitas Bosowa di SDN Mattoanging II

REPORTASE PENDIDIKAN - Penarikan Mahasiswa PPL Universitas Bosowa Makassar setelah kurang lebih dua bulan menjalani praktek mengajar dan tugas keprofesian lainnya…

6 hari ago
"data-auto-format="rspv" data-full-width>

This website uses cookies.