reportasependidikan.com – Sebanyak 65 orang guru yang terhimpun dalam Forum KKG dan MGMP Kota Makassar melaksanakan Workshop dan ToT pembuatan konten Makaverse Pendidikan.
Kegiatan ini berlangsung mulai Selasa-Kamis, 19-21 April 2022 di SMP Unismuh, jln. Tala Salapang, Makassar.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti hasil Rakorsus Pemerintah Kota Makassar 15 Maret 2022 yang bertema Menuju Makassar Kota Metaverse (Makaverse).
Alphian Sahruddin, S.Pd.,M.Pd. (Kepala SD Negeri Bawakaraeng 1) selaku inisiator kegiatan sekaligus ketua Panitia melaporkan, para peserta yang hadir sebanyak 65 orang ini adalah para guru perwakilan dari KKG dan MGMP dari berbagai kecamatan di Kota Makassar.
Alphian berharap, melalui mereka inilah ilmu tentang Makaverse Pendidikan ini dapat terdiseminasikan dengan baik kepada semua guru se Kota Makassar.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar.
H. Muhyiddin, SE.,MM. selaku Kepala Dinas Pendidikan dalam sambutannya menyampaikan, Makaverse Pendidikan ini akan sukses karena adanya guru-guru yang bekerjasama sama mewujudkannya. Jika tak ada yang bergerak untuk merealisasikannya maka wacana ini hanya akan berakhir sebagai wacana saja.
Untuk itu, semua harus bergerak serentak mengambil peran sesuai dengan peran dan kapasitasnya masing-masing.
Ketika berbicara kerja, maka kita semua sama. Tak ada lagi dikotomi antara Kadis dan bukan Kadis. Semua bekerjasama berdasarkan tugas masing-masing.
Lanjutnya, Sebagai kadis tugas saya adalah memikirkan berbagai program dan kebijakan yang mendukung semua kinerja guru. Tugas kita sebagai Kepala Sekolah dan Guru adalah mendukung kebijakan tersebut agar dapat terealisasi.
Oleh karena itu, selaku Kadis saya sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada Forum KKG dan MGMP Kota Makassar yang telah berani mengambil peran untuk mempersiapkan para guru dengan kompetensi Makaverse Pendidikan ini.
Alumni pelatihan ini yang berhasil melahirkan konten Makaverse Pendidikan ini akan kami jadikan sebagai tim khusus yang akan kami berdayakan dalam rangka membantu guru-guru lain untuk memahami Makaverse Pendidikan.
Dalam pelatihan tersebut didukung penuh oleh Millealab yang merupakan all-in-one Virtual Reality platform yang mendukung pembuatan konten edukasi berbasis VR dengan mudah, cepat, dan murah.
Perwakilan Millealab Jakarta, Ibu Jelita dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran teknologi dalam pendidikan bisa dimaknai dalam tiga paradigma, yaitu (1). Teknologi sebagai alat atau berupa produk teknologi yang bisa digunakan dalam pendidikan, (2) Teknologi sebagai konten atau sebagai bagian dari materi yang bisa dijadikan isi dalam pendidikan , dan (3) Teknologi sebagai program aplikasi atau alat bantu untuk manajemen pendidikan yang efektif dan efisien.
Era kemajuan teknologi saat ini, seyogyanya para guru perlu memanfaatkan teknologi yang ada untuk mempermudah pengajaran didalam maupun diluar kelas.
Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah Virtual Reality (VR). Virtual Reality memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran konseptual dengan lebih nyata karena sifatnya yang 3 dimensi dan dapat dilihat langsung secara 360 derajat.
Adanya Virtual Reality ini juga memperkuat interaksi siswa dengan materi pembelajaran yang selama ini hanya satu arah saja, sambungannya.
Ibu Jelita juga menyampaikan bahwa Tim Millealab Pusat Siap menjadi mitra yang baik untuk mendukung para guru dan Dinas Pendidikan Kota Makassar menghasilkan konten VR tersebut.
Workshop dan ToT ini dipandu oleh dua orang Pendekar VR kota Makassar yaitu Muhammad Hijrat, S.Pd.,M.Pd. (Guru SMPN 15 Makassar) dan Rasyid, S.Pd. (Guru SMPN 52 Makassar).
Mereka berdua berhasil membantu para peserta selama 3 hari yang awalnya buta tentang VR ini, sampai dapat menghasilkan konten VR sesuai dengan kreativitas guru masing-masing.
Saat penutupan kegiatan, Dr. Panjta Nurwahidin, M.Pd. (Kabid GTK) mengapresiasi karya-karya para peserta. Beliau menyampaikan bahwa kemampuan guru untuk berinovasi harus terus dilakukan. Melalui kegiatan di KKG dan MGMP seperti ini adalah salah satu car untuk berinovasi dan menjalin kolabosari.
Beliau juga menyampaikan bahwa, hasil pelatihan ini akan dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan sebagai laporan kepada Bapak Walikota Makassar bahwa di kota Makassar telah lahir guru-guru yang siap mendukung dan menyukseskan Makaverse Pendidikan.
Sementara itu, Yusmira Yunus, S.Pd.,M.Pd. (Kepala SDN Bara-Baraya 1) selaku ketua forum menyampaikan, pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi guru di kota Makassar. Apalagi jika itu terkait dengan kewajiban untuk mendukung program pemerintah kota Makassar maupun Dinas Pendidikan Kota Makassar.
“Kami selalu semangat, sebab di Forum kami terdiri dari para guru yang mempunyai semangat belajar dan berbagi yang sangat tinggi,” Pungkasnya.
REPORTASE PENDIDIKAN -- UPT SPF SD Inpres Mallengkeri I kecamatan Tamalate kota Makassar melaksanakan pemantauan dan evaluasi Gerakan (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah)…
REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Negeri Tamamaung I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3. Kegiatan…
REPORTASE PENDIDIKAN – Dalam rangka menuju sekolah Adiwiyata Mandiri, UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi Makassar mengadakan Penandatanganan MoU (Kesepakatan Bersama) Adiwiyata…
REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3. Kegiatan…
REPORTASE PENDIDIKAN – Perpustakaan Ramah Anak UPT SPF SD Inpres Tamalanrea II Makassar hari ini diresmikan, jumat (24/4/2026). Perpustakaan dengan…
REPORTASE PENDIDIKAN – Kementerian Kehutanan memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-43 dan Hari Bumi Sedunia 2026, dengan menggelar aksi penanaman bersama di…
This website uses cookies.