
reportasependidikan.com – Banyak di antara kita yang masih malas untuk beribadah karena mungkin belum bisa ikhlas. Tidak sedikit pula orang yang sulit untuk ikhlas dalam beramal lantaran belum tahu apa itu ikhlas.
Karena itu, penting untuk mengetahui arti ikhlas dan mengamalkannya dalam segala aktivitas amal sehari-hari.
Ikhlas secara bahasa bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor.
Adapun secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain.
Itulah sebabnya orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah dengan menyembah-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain, dan tidak riya dalam beramal.
Para ulama mendefinisikan ikhlas dengan beberapa pengertian, tetapi hakikatnya sebenarnya sama.
Al Harawi berkata, “Ikhlas ialah membersihkan amal dari setiap noda.”
Abul Qosim Al Qusyairi mengatakan, “Ikhlas adalah menjadikan niat hanya untuk Allah dalam melakukan amalan ketaatan. Jadi, amalan ketaatan tersebut dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Sehingga yang dilakukan bukanlah ingin mendapatkan perlakuan baik dan pujian dari makhluk atau yang dilakukan bukanlah di luar mendekatkan diri pada Allah.”
Adapun Hudzaifah Al Mar’asiy berkata, “Ikhlas adalah kesamaan perbuatan seorang hamba antara zhohir (lahiriyah) dan batin.”
Sementara Abu ‘Utsman berkata, “Ikhlas ialah, melupakan pandangan makhluk, dengan selalu melihat kepada Khaliq (Allah)”.
Dari beberapa perkataan ulama di atas, ada tiga definisi ikhlas yang bisa kita simpulkan:
- Meniatkan suatu amalan hanya untuk Allah.
- Tidak mengharap-harap pujian manusia dalam beramal.
- Kesamaan antara sesuatu yang tampak dan yang tersembunyi. []
Sumber : rumaysho