Salah satunya adalah Al-Ijlia. Ia merupakan muslimah yang perannya tercatat dalam sejarah perkembangan peradaban Islam sebagai wanita yang berkontribusi dalam membuat dan mengembangkan instrumen astronomi yang disebut astrolabe.
Dengan astrolabe, seseorang dapat mengamati dan memprediksi posisi matahari, bulan, planet, bintang, serta letak bujur dan lintang. Pada peradaban klasik Islam, astrolabe dapat membantu seseorang untuk mengetahui waktu shalat dan arah kiblat.
Al-Ijlia mengembangkan astrolabe ketika dia bekerja di Istana Sayf al-Dawla di Aleppo, Suriah, antara 944-967 M. Kemahirannya membuat instrumen astronomi merupakan bakat yang diturunkan oleh sang ayah yang juga menekuni bidang tersebut.
Sayangnya, keterangan detail tentang al-Ijlia, seperti kapan dia lahir atau kepada siapa dan di mana dia belajar membuat astrolabe belum diketahui secara pasti. Yang jelas, al-Ijlia adalah satu-satunya perempuan yang tercatat dalam sejarah peradaban Islam klasik yang telah mengembangkan instrumen astronomi, yakni astrolabe.[]
Sumber: Islamic center.or.id
REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Negeri Tamamaung I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3. Kegiatan…
REPORTASE PENDIDIKAN – Dalam rangka menuju sekolah Adiwiyata Mandiri, UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi Makassar mengadakan Penandatanganan MoU (Kesepakatan Bersama) Adiwiyata…
REPORTASE PENDIDIKAN - Siswa kelas 6 UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi I Makassar mengikuti Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3. Kegiatan…
REPORTASE PENDIDIKAN – Perpustakaan Ramah Anak UPT SPF SD Inpres Tamalanrea II Makassar hari ini diresmikan, jumat (24/4/2026). Perpustakaan dengan…
REPORTASE PENDIDIKAN – Kementerian Kehutanan memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-43 dan Hari Bumi Sedunia 2026, dengan menggelar aksi penanaman bersama di…
REPORTASE PENDIDIKAN- UPT SPF SD Inpres Layang Tua I kecamatan Bontoala kota Makassar menggelar peringatan Hari Bumi tahun 2026, Rabu,…
This website uses cookies.